Dalam tiga tahun terakhir, istilah penguatan moderasi beragama digulirkan oleh pemerintah. Bersamaan itu, muncul juga istilah moderasi dalam Islam. Istilah ini kadang menimbulkan pertanyaan, apakah istilah ini Islamy, ada dalam Al-Qur’an dan hadits, atau merupakan istilah baru? Atau bahkan itu adalah istilah yang dipakai untuk melemahkan Islam? Tulisan ini berusaha menjelaskan tentang makna moderasi dalam Islam. Pembahasannya berangkat dari pertanyaan, apakah itu moderasi dalam Islam? Apakah istilah itu memang dikenal dalam Islam?
Baca selanjutnya>Kehidupan Rasulullah menjadi model koeksistensi damai. Di saat berbagai kawasan dunia sedang mengalami penindasan agama dan etnis, di bawah pengaruh hegemoni dua kekuatan besar; Romawi dan Persia, kota Madinah yang dibangun oleh Rasulullah telah menerapkan budaya koeksistensi damai antara penduduknya yang beragam. Kaum muslimin bisa hidup damai dengan bangsa Yahudi, penganut Kristen dan bahkan pagan sekali pun.
Baca selanjutnya>Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin kembali menyampaikan keinginan masyarakat dunia untuk belajar tentang toleransi dari Indonesia. Wapres sekali lagi menceritakan pengalamannya saat menerima kedatangan Sekjen Majelis Hukama Al-Muslimin (MHM) Dr Sultan Al-Remeithi beserta jajaran di rumah dinasnya pada akhir Desember 2021.
Baca selanjutnya>Direktur Majelis Hukama Indonesia Muchlis M Hanafi mengatakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tidak dibenarkan oleh agama dengan alasan apapun. KDRT, baik secara verbal maupun fisik kepada istri, anak, dan anggota keluarga lain, juga merupakan tindakan kejahatan yang dilarang di mata hukum Indonesia, bahkan dunia.
Baca selanjutnya>Judul di atas terambil dari sebuah ungkapan dalam hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Dalam sebuah kisah, dua orang sahabat yang bernama Qays bin Sa`ad dan Sahl bin Hunaif sedang berada di kota al-Qadisiyah. Tiba-tiba melintas jenazah seorang kafir dari kampung sebelah. Spontan mereka berdiri sebagai tanda memberi penghormatan. Ketika ada yang mempertanyakan, keduanya menceritakan bahwa hal yang sama pernah terjadi di hadapan Rasulullah. Rombongan jenazah seorang Yahudi melintas di hadapan Rasulullah dan beliau pun berdiri. Ketika ada yang memberitahu bahwa itu jenazah seorang Yahudi, beliau berkata, “bukankah dia juga manusia?”.
Baca selanjutnya>
























