MHM: Zayed Humanitarian Day Wujud Warisan Kebaikan, Kedermawanan, dan Pelestarian Martabat Manusia di Seluruh Dunia
.
Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, menegaskan bahwa Zayed Humanitarian Day merupakan kesempatan tahunan untuk mengenang nilai-nilai kemanusiaan mulia yang diwujudkan oleh almarhum Syekh Zayed bin Sultan Al Nahyan, Pendiri Uni Emirat Arab (semoga Allah memberkati jiwanya), sepanjang perjalanan hidupnya yang gemilang dalam memberi, melayani kemanusiaan, dan mengabdikan diri untuk melayani umat manusia di mana pun, tanpa diskriminasi atau perbedaan.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Hari Kemanusiaan Zayed, yang diperingati setiap tahun pada hari kesembilan belas Ramadan, Minggu (8/3/2026), Majelis Hukama Muslimin mencatat bahwa warisan kemanusiaan Syekh Zayed telah menjadi model global yang patut ditiru dalam mempromosikan nilai-nilai solidaritas dan kasih sayang, memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, menyebarkan kebaikan, dan membangun jembatan kerja sama antar bangsa. Pernyataan tersebut lebih lanjut menyoroti bahwa Uni Emirat Arab, di bawah kepemimpinan Syekh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, terus mengikuti jalan pendirinya dengan memperkuat aksi kemanusiaan dan mendukung inisiatif yang melayani kemanusiaan dan menjaga martabat manusia.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin, Konselor Mohamed Abdelsalam, menyatakan bahwa Zayed Humanitarian Day mewujudkan sekolah kemanusiaan komprehensif yang didirikan oleh almarhum Syekh Zayed bin Sultan Al Nahyan, berdasarkan pada menjunjung tinggi martabat manusia, membantu mereka yang dalam kesulitan, dan mengulurkan tangan kepada yang membutuhkan di seluruh dunia. Sekjen MHM menekankan bahwa nilai-nilai luhur ini telah menjadi bagian integral dari misi Uni Emirat Arab, kepemimpinan yang bijaksana, dan pendekatannya terhadap aksi kemanusiaan global, serta terhadap promosi kebaikan, kasih sayang, toleransi, hidup berdampingan, dan persaudaraan antar manusia.
Konselor Abdelsalam menambahkan bahwa warisan kebijaksanaan yang ditanamkan oleh Syekh Zayed kepada putra dan saudara-saudaranya, Yang Mulia para pemimpin UEA, terlihat jelas saat ini dalam pendekatan teguh negara tersebut dalam menghadapi tantangan. UEA telah memberikan contoh kebijaksanaan dan tanggung jawab—tidak hanya di masa kemakmuran, tetapi juga di masa krisis. Kebijaksanaan ini telah memungkinkan UEA, meskipun menghadapi serangan Iran yang terang-terangan, untuk berdiri sebagai model ketahanan, keteguhan, dan manajemen krisis yang efektif, yang dipandu oleh kemanusiaan dan kebijaksanaan.
MHM menegaskan bahwa memperingati Zayed Humanitarian Day bukan hanya mengenang perjalanan seorang pemimpin yang luar biasa, tetapi juga memperbarui komitmen terhadap nilai-nilai memberi dan solidaritas yang telah beliau tetapkan, serta menegaskan kembali pesan universal: bahwa melayani kemanusiaan dan membantu mereka yang membutuhkan adalah tanggung jawab bersama yang melampaui batas dan budaya.