MHM Kecam Keras Penusukan Bermotif Kebencian pada Seorang Pria Muslim di Utah

MHM Kecam Keras Penusukan Bermotif Kebencian pada Seorang Pria Muslim di Utah

Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, mengecam keras penusukan terhadap seorang pria Muslim di negara bagian Utah, AS, di mana korban mengalami 15 luka tusukan di dalam sebuah pusat perbelanjaan. Pihak berwenang telah mengindikasikan bahwa serangan itu dimotivasi oleh kebencian agama dan keyakinan Muslim korban, setelah tersangka dilaporkan menyatakan keinginan untuk membunuh semua Muslim.

Baca selanjutnya>
Majelis Hukama Muslimin Sampaikan Solidaritas atas Banjir Bandang di Bangladesh

Majelis Hukama Muslimin Sampaikan Solidaritas atas Banjir Bandang di Bangladesh

Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, menyampaikan solidaritas dengan Republik Rakyat Bangladesh menyusul banjir bandang yang terjadi akibat hujan lebat. Peristiwa ini mengakibatkan puluhan orang meninggal dan terluka serta menyebabkan kerusakan material yang luas.

Baca selanjutnya>
Ayah Emir Qatar Syeikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat, MHM Sampaikan Belasungkawa

Ayah Emir Qatar Syeikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat, MHM Sampaikan Belasungkawa

Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, menyampaikan belasungkawa kepada Emir Qatar Syeikh Tamim bin Hamad Al Thani, serta keluarga pemimpin Qatar, pemerintah dan rakyatnya, seiring wafatnya ayah dari Emir Qatar, Syeikh Hamad bin Khalifa Al Thani, pada usia 74 tahun.

Baca selanjutnya>
MHM dan Globethics Luncurkan Platform Dialog Pertama Antara Pemimpin Agama dan Pelopor Teknologi di KTT AI untuk Kebaikan

MHM dan Globethics Luncurkan Platform Dialog Pertama Antara Pemimpin Agama dan Pelopor Teknologi di KTT AI untuk Kebaikan

Sebagai mitra the ITU AI for Good Global Summit 2026, Majelis Hukama Muslimin (MHM), bekerja sama dengan Globethics, menyelenggarakan diskusi panel tingkat tinggi berjudul “AI sebagai Kebaikan Bersama Global: Apa Pendapat Pemimpin Agama dan Industri?” di Jenewa, Swiss, pada 8 Juli 2026. Acara ini menandai inisiatif pertama dari jenisnya dalam sejarah KTT, yang menyatukan para pemimpin agama dan pelopor industri teknologi untuk meneliti implikasi etis dan kemanusiaan dari kecerdasan buatan dan mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai bersama dapat membantu memandu pengembangan dan penerapannya untuk melayani kemanusiaan dan kebaikan bersama.

Baca selanjutnya>
Keterlibatan MHM di Forum Infornasional dan Pengakuan Global atas Upaya UEA Promosikan Persaudaraan Manusia

Keterlibatan MHM di Forum Infornasional dan Pengakuan Global atas Upaya UEA Promosikan Persaudaraan Manusia

Partisipasi Majelis Hukama Muslimin (MHM) dalam Dialog Global tentang Tata Kelola Kecerdasan Buatan di Jenewa menampilkan serangkaian pertemuan dan diskusi dengan para pemimpin internasional, PBB, dan agama. Keterlibatan ini berfokus pada pentingnya memperkuat kerja sama internasional, mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan bersama, dan mendukung upaya untuk membangun dunia yang lebih damai dan bersatu di tengah tantangan global yang berkembang pesat.

Baca selanjutnya>
MHM Berpartisipasi dalam Dialog Global tentang Tata Kelola Kecerdasan Buatan di Jenewa

MHM Berpartisipasi dalam Dialog Global tentang Tata Kelola Kecerdasan Buatan di Jenewa

Majelis Hukama Muslimin (MHM)  berpartisipasi dalam edisi perdana Dialog Global tentang Tata Kelola AI, yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa, 6 - 7 Juli 2026, di Jenewa, Swiss. Acara ini mempertemukan para pemimpin pemerintah, pejabat PBB, perwakilan sektor swasta, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil untuk memperkuat kerja sama internasional dan mengeksplorasi kerangka global untuk tata kelola kecerdasan buatan.

Baca selanjutnya>
Konselor Abdelsalam: Dokumen Persaudaraan Manusia Proyek Peradaban Global untuk Lindungi Martabat dan Promosi Dialog

Konselor Abdelsalam: Dokumen Persaudaraan Manusia Proyek Peradaban Global untuk Lindungi Martabat dan Promosi Dialog

Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (MHM) Konselor Mohamed Abdelsalam, menegaskan bahwa Dokumen tentang Persaudaraan Manusia, yang diluncurkan di Abu Dhabi pada 4 Februari 2019, merupakan proyek peradaban dan kemanusiaan global yang bertujuan melindungi martabat manusia, mempromosikan budaya dialog dan hidup berdampingan, serta memajukan nilai-nilai perdamaian dan persaudaraan manusia di antara bangsa-bangsa.

Baca selanjutnya>
Tegaskan Solidaritas, MHM Kecam Keras Rencana Teroris yang Menargetkan Kerajaan Maroko

Tegaskan Solidaritas, MHM Kecam Keras Rencana Teroris yang Menargetkan Kerajaan Maroko

Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, mengecam keras rencana teroris yang digagalkan di Kerajaan Maroko yang berupaya secara serius merusak ketertiban umum dan mengancam keselamatan individu dan harta benda. Diketahui bahwa rencana jahat itu dalam koordinasi logistik dan dukungan operasional yang diberikan cabang organisasi teroris ISIS yang berbasis di Sahel.

Baca selanjutnya>
Majelis Hukama Muslimin Kecam Keras Serangan Teroris di Damaskus, Ibu Kota Suriah

Majelis Hukama Muslimin Kecam Keras Serangan Teroris di Damaskus, Ibu Kota Suriah

Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar, Dr. Ahmed Al-Tayeb, mengecam keras pemboman teroris yang terjadi di ibu kota Suriah, Damaskus. Peristiwa ini mengakibatkan sejumlah korban jiwa dan luka-luka.

Baca selanjutnya>
Ketua MHM dan Wakil Sekjen PBB Tekankan Kerangka Etika dalam Pemanfaatan AI

Ketua MHM dan Wakil Sekjen PBB Tekankan Kerangka Etika dalam Pemanfaatan AI

Grand Syekh Al Azhar yang juga Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM), Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, menerima Amina Mohammed, Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB), beserta delegasi yang menyertainya, Minggu (28/6/2026). Selama pertemuan, Grand Syekh Al Azhar menekankan bahwa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), tanpa perlindungan etika, berisiko merusak nilai-nilai kemanusiaan. Tidak ada kemajuan ilmiah yang benar-benar dapat bermanfaat bagi umat manusia jika terlepas dari nilai-nilai tersebut.

Baca selanjutnya>