Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, mengecam keras penusukan terhadap seorang pria Muslim di negara bagian Utah, AS, di mana korban mengalami 15 luka tusukan di dalam sebuah pusat perbelanjaan. Pihak berwenang telah mengindikasikan bahwa serangan itu dimotivasi oleh kebencian agama dan keyakinan Muslim korban, setelah tersangka dilaporkan menyatakan keinginan untuk membunuh semua Muslim.
Baca selanjutnya>Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, menyampaikan solidaritas dengan Republik Rakyat Bangladesh menyusul banjir bandang yang terjadi akibat hujan lebat. Peristiwa ini mengakibatkan puluhan orang meninggal dan terluka serta menyebabkan kerusakan material yang luas.
Baca selanjutnya>Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, menyampaikan belasungkawa kepada Emir Qatar Syeikh Tamim bin Hamad Al Thani, serta keluarga pemimpin Qatar, pemerintah dan rakyatnya, seiring wafatnya ayah dari Emir Qatar, Syeikh Hamad bin Khalifa Al Thani, pada usia 74 tahun.
Baca selanjutnya>Sebagai mitra the ITU AI for Good Global Summit 2026, Majelis Hukama Muslimin (MHM), bekerja sama dengan Globethics, menyelenggarakan diskusi panel tingkat tinggi berjudul “AI sebagai Kebaikan Bersama Global: Apa Pendapat Pemimpin Agama dan Industri?” di Jenewa, Swiss, pada 8 Juli 2026. Acara ini menandai inisiatif pertama dari jenisnya dalam sejarah KTT, yang menyatukan para pemimpin agama dan pelopor industri teknologi untuk meneliti implikasi etis dan kemanusiaan dari kecerdasan buatan dan mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai bersama dapat membantu memandu pengembangan dan penerapannya untuk melayani kemanusiaan dan kebaikan bersama.
Baca selanjutnya>Partisipasi Majelis Hukama Muslimin (MHM) dalam Dialog Global tentang Tata Kelola Kecerdasan Buatan di Jenewa menampilkan serangkaian pertemuan dan diskusi dengan para pemimpin internasional, PBB, dan agama. Keterlibatan ini berfokus pada pentingnya memperkuat kerja sama internasional, mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan bersama, dan mendukung upaya untuk membangun dunia yang lebih damai dan bersatu di tengah tantangan global yang berkembang pesat.
Baca selanjutnya>Majelis Hukama Muslimin (MHM) berpartisipasi dalam edisi perdana Dialog Global tentang Tata Kelola AI, yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa, 6 - 7 Juli 2026, di Jenewa, Swiss. Acara ini mempertemukan para pemimpin pemerintah, pejabat PBB, perwakilan sektor swasta, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil untuk memperkuat kerja sama internasional dan mengeksplorasi kerangka global untuk tata kelola kecerdasan buatan.
Baca selanjutnya>Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (MHM) Konselor Mohamed Abdelsalam, menegaskan bahwa Dokumen tentang Persaudaraan Manusia, yang diluncurkan di Abu Dhabi pada 4 Februari 2019, merupakan proyek peradaban dan kemanusiaan global yang bertujuan melindungi martabat manusia, mempromosikan budaya dialog dan hidup berdampingan, serta memajukan nilai-nilai perdamaian dan persaudaraan manusia di antara bangsa-bangsa.
Baca selanjutnya>Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, mengecam keras rencana teroris yang digagalkan di Kerajaan Maroko yang berupaya secara serius merusak ketertiban umum dan mengancam keselamatan individu dan harta benda. Diketahui bahwa rencana jahat itu dalam koordinasi logistik dan dukungan operasional yang diberikan cabang organisasi teroris ISIS yang berbasis di Sahel.
Baca selanjutnya>Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar, Dr. Ahmed Al-Tayeb, mengecam keras pemboman teroris yang terjadi di ibu kota Suriah, Damaskus. Peristiwa ini mengakibatkan sejumlah korban jiwa dan luka-luka.
Baca selanjutnya>Grand Syekh Al Azhar yang juga Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM), Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, menerima Amina Mohammed, Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB), beserta delegasi yang menyertainya, Minggu (28/6/2026). Selama pertemuan, Grand Syekh Al Azhar menekankan bahwa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), tanpa perlindungan etika, berisiko merusak nilai-nilai kemanusiaan. Tidak ada kemajuan ilmiah yang benar-benar dapat bermanfaat bagi umat manusia jika terlepas dari nilai-nilai tersebut.
Baca selanjutnya>









