Salah satu yang dilakukan Majelis Hukama Al-Muslimin (MHM) adalah memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, tanpa membedakan ras, agama, dan lainnya. Hal ini dilakukan melalui inisiatif program “Dialog Timur dan Barat.
Baca selanjutnya>Majelis Hukama Al-Muslimin (MHM) memberikan perhatian khusus pada Qawaafil as-Salaam atau Peace Convoys. Yaitu, program untuk mempromosikan perdamaian, toleransi dan semangat hidup berdampingin, terutama di kalangan pemuda muslim, serta organisasi keagamaan dan perguruan tinggi di dunia. Konvoi pertama dilakukan selama bulan Ramadhan 1436 H/2015 M, untuk empat belas negara. Para cendekiawan di bidang hukum Islam dan disiplin ilmu keislaman lainnya, berbicara dengan bahasa negara yang dikunjungi dalam beragam kegiatan ilmiah, misalnya: seminar keagamaan, pertemuan intelektual, dan kuliah ilmiah. Hal itu dilakukan di sejumlah lembaga keagamaan dan akademik. Tujuannya, meluruskan pemahaman dan meredakan ketegangan terkait isu-isu keagamaan yang banyak berkembang di masyarakat muslim dan dunia. Konvoi perdamaian ini dilakukan MHM bekerja sama dengan Al-Azhar Al-Sharif.
Baca selanjutnya>Ada peristiwa bersejarah dalam Konferensi Global Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 3 – 5 Februari 2019. Konferensi ini dihadiri para pemuka agama dunia yang dinilai telah berkontribusi besar dalam pengarusutamaan nilai-nilai toleransi dan koeksistensi (hidup bersama dan berdampingan) Dalam konferensi tersebut, ada pertemuan antara Paus Gereja Katolik Yang Mulia Paus Fransiskus dan Imam Akbar Ahmed al-Tayyib (Syekh Al-Azhar Al-Sharif dan Ketua Majelis Hukama). Peristiwa ini terjadi dalam sebuah kunjungan resmi Yang Mulia Paus Fransiskus untuk kali pertama ke Kawasan Teluk. Imam Akbar Imam Akbar Ahmed al-Tayyib dan Paus Gereja Katolik Yang Mulia Paus Fransiskus bersepakat untuk merajut perdamaian dunia. Hal itu dituangkan dalam sebuah kesepakatan bertajuk "Piagam Persaudaraan Kemanusiaan untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama"
Baca selanjutnya>






















