Rumah Bersama Keluarga Mesir (Bayt al-‘Â’ilah al-Mishriyyah) hari ini merayakan 10 tahun pendiriannya. Rumah bersama ini berdiri di Kairo pada tahun 2011.
Baca selanjutnya>Jauh hari sebelum terowongan antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral direalisasikan pembangunannya oleh Presiden Joko Widodo awal Februari tahun ini, pernah terjadi perdebatan saat rapat di Kementerian PUPR. Ide membangun ‘penghubung’ antara masjid terbesar di Asia Tenggara dan gereja Katolik pertama di Batavia itu disepakati, tetapi bentuknya seperti apa belum ada titik temu.
Baca selanjutnya>Bagi seseorang yang tinggal di antara masjid dan gereja seperti saya, kisah ini tepat membidik jantung dilema yang saya alami. Doa Nabi Muhammad saw atas pemberi air dan penghormatan atas jenazah merupakan perbuatan yang mustahil muncul dari hati seseorang yang dipenuhi kebencian dan iri-dengki. Nabi Muhammad saw memberikan teladan kepada kita agar membalas kebaikan siapa saja yang berbuat baik dan menghormati jenazah; siapa saja yang meninggal, apapun agamanya. Jenazah saja dimuliakan, apalagi yang masih hidup?
Baca selanjutnya>Berdiri pada 2011, Bayt al-‘A’ilah al-Mishriyyah (Rumah Bersama Keluarga Mesir) akan berusia 10 tahun. Gagasan mendirikan Rumah Bersama Keluarga Mesir ini berasal dari Syekh Al-Azhar Ahmad Al-Tayeb yang juga ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM). Gagasan itu mendapat sambutan baik dari pemimpin Gereja Ortodoks Mesir Paus Shenounda III dan Patriark Tahta St. Mark.
Baca selanjutnya>Sosok Muhammad saw tak pernah habis dibahas dari perspektif mana pun. Ia merupakan figur yang mendapatkan perhatian luar biasa dari berbagai pakar, termasuk dari kalangan non-Muslim.
Baca selanjutnya>
























