Sekjen MHM Bertemu Bante Dhammasubho Mahathera, Jalin Persaudaraan Kemanusiaan
Sekjen MHM Sultan Al-Remeithi menerima penjelasan dari Bante Dhammasubho Mahathera tentang ritual yang dilakukan umat Buddha di Wisma Sangha Theravada Indonesia
Sekjen Majelis Hukama Al-Muslimin (MHM) Dr Sultan Al-Remeithi di sela kunjungannya ke Indonesia, bertemu dengan salah satu tokoh Buddha Indonesia, Bante Dhammasubho Mahathera. Pertemuan ini berlangsung di Wisma Sangha Theravada Indonesia, Lebak Bulus, Jakarta.
Hadir juga, Anggota Komite Eksekutif MHM TGB Zainul Majdi, Direktur MHM Kantor Indonesia Muchlis M Hanafi, Jajaran MHM Uni Emirat Arab, serta Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Supriyadi.

Kedatangan Sekjen MHM disambut Bante Dhammasubho Mahathera. “Terima kasih atas kedatangannya. Semoga kunjungan ini menjadi jalinan persahabatan,” ujar Bante Dhammasubho Mahathera di Jakarta, Senin (13/12/2021).
Kepada Al-Remeithi, Bante Dhammasubho Mahathera menjelaskan kehidupan keagamaan di Indonesia. Menurutnya, Indonesia mempunyai banyak agama: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu dan sejumlah penghayat kepercayaan kepada Tuhan YME.
“Kita di sini berbeda-beda agama. Begitulah kehidupan di Indonesia. Kita berbeda-beda agama, tapi bisa hidup bersama dengan baik,” ucapnya.

“Indonesia mempunyai dasar persahabatan. Setiap orang dihargai dan dihormati seperti menghormati diri sendiri. Budaya kekerasan bukan budaya dasar Indonesia,” sambungnya.
Sekjen MHM Sultan Al-Remeithi menyampaikan rasa hormat atas sambutan Bante Dhammasubho Mahathera. Dia mengaku mendapat kehormatan dapat berkunjung ke sini. “Menjadi satu kewajiban kami untuk membangun kerjasama koeksistensi dan harmoni. Kami percaya bahwa asal kita satu. Lalu datang agama yang membuat kita berbeda,” tuturnya.

Al-Remeithi juga menjelaskan kehidupan keagamaan di negaranya, Uni Emirate Arab. Dikatakannya, UEA adalah bangsa yang sangat beragam dan meyakini pentingnya persaudaraan dalam keragaman.
“Kita di UEA sering membicarakan kalimat bijak yang diambil dari Buddha dan bagaimana kita membangun bersama agar bisa menjadi orang mulia. Kata bijak tersebut dapat kami tangkap dari ajaran Buddha dan kami juga lihat di Indonesia,” jelasnya.

“Indonesia memiliki pengalaman dan menerapkan kehidupan yang harmonis dan penuh toleransi. Saya yakin banyak sekali orang di luar sana, termasuk di dunia Arab, mereka tidak tahu keindahan di Indonesia dalam kehidupan beragama dan lainnya,” lanjutnya.
Sekjen MHM berharap hubungan baik dengan para tokoh agama dan masyarakat Indonesia terus berlanjut dalam bentuk beragam Kerjasama. Al-Remeithi juga mengundang Bante Dhammasubho Mahathera untuk dapat berkunjung ke Abu Dhabi, UEA.