MHM: Melindungi Bumi Tanggung Jawab Moral dan Kemanusiaan, Serta Kebutuhan Mendesak Jaga Masa Depan
.
Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Profesor Dr. Ahmed Al-Tayeb, menegaskan bahwa Hari Bumi Sedunia, yang diperingati setiap tahun pada 22 April, adalah kesempatan penting untuk memperbarui kesadaran kolektif akan perlunya melestarikan planet Bumi, menjaga sumber dayanya, dan melindungi lingkungannya dari degradasi dan penipisan, dengan cara yang memastikan keberlanjutan kehidupan bagi generasi sekarang dan masa depan.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Hari Bumi Sedunia, Rabu (22/4/2026), Majelis Hukama Muslimin menekankan bahwa perlindungan lingkungan adalah kewajiban moral dan kemanusiaan bersama dan tanggung jawab kolektif yang membutuhkan komitmen tulus dan kemauan bersama untuk melestarikan kehidupan di planet ini. MHM juga menyerukan penguatan upaya bersama untuk menghadapi tantangan lingkungan yang semakin meningkat, terutama perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati.
MHM dalam pernyataannya juga mencatat bahwa semua agama Ilahi telah menegaskan pentingnya mengolah Bumi dan menahan diri dari menyebabkan kerusakan di atasnya, mengakui umat manusia sebagai pengelola yang dipercayakan untuk merawat dan melindunginya. Mengutip ayat Al-Qur'an: “Dan janganlah kamu merusak bumi setelah ia diperbaiki…” (Al-Qur'an 7:56), MHM menyoroti dimensi etis dan spiritual dari pelestarian lingkungan dan menyerukan adopsi gaya hidup berkelanjutan yang menyeimbangkan pembangunan dengan perlindungan sumber daya alam.
Majelis Hukama Muslimin selanjutnya menyerukan adopsi kebijakan yang efektif dan inisiatif inovatif yang berkontribusi untuk mengurangi dampak perubahan iklim, memajukan transisi menuju ekonomi hijau, dan menanamkan budaya tanggung jawab lingkungan dalam masyarakat. MHM juga menggarisbawahi pentingnya investasi dalam pendidikan dan kesadaran lingkungan—khususnya di kalangan kaum muda—sebagai mitra penting dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.
MHM terus melakukan upaya signifikan untuk memperkuat peran para pemimpin dan lembaga keagamaan dalam mengatasi tantangan global, terutama masalah lingkungan, dalam upaya mewujudkan keadilan iklim. Upaya-upaya ini mencakup inisiatif seperti “Paviliun Keagamaan,” yang diadakan selama COP28 di Dubai dan COP29 di Azerbaijan.
Selain itu, Majelis Hukama Muslimin juga menyelenggarakan KTT Pemimpin Agama Global untuk Aksi Iklim di Abu Dhabi pada tahun 2023, yang menghasilkan dokumen berjudul “Seruan Nurani: Pernyataan Bersama Abu Dhabi untuk Iklim”. Dokuman yang ditandatangani bersama oleh lebih dari 30 pemimpin dan tokoh agama dari seluruh dunia, termasuk Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, dan mendiang Paus Fransiskus dari Gereja Katolik, ini adalah sebagian dari inisiatif dan upaya inspiratif lainnya yang didedikasikan untuk melestarikan planet kita.