Seminar MHM di Rabat Bahas Peran “Proyek 100 Pertanyaan” dalam Menghadapi Ujaran Kebencian dan Ekstremisme
.
Paviliun Majelis Hukama Muslimin (MHM) pada Pameran Penerbitan dan Buku Internasional Rabat menyelenggarakan seminar budaya berjudul “Proyek 100 Pertanyaan dalam Metodologi, Akidah, dan Syariah,” Jumat (8/5/2026). Hadir sebagai narasumber, Dr. Samir Boudinar, Direktur Pusat Penelitian Perdamaian Al-Hokama. Seminar diikuti para cendekiawan, intelektual, dan individu yang terlibat dalam urusan intelektual dan keagamaan.
Seminar tersebut menyajikan kajian intelektual dan ilmiah tentang buku “Proyek 100 Pertanyaan dalam Metodologi, Akidah, dan Syariah”. Buku ini merupakan hasil upaya akademis kolaboratif antara Al-Azhar dan Majelis Hukama Muslimin. Karya ini bertujuan untuk memberikan jawaban yang beralasan dan seimbang terhadap sejumlah pertanyaan intelektual dan teologis kontemporer serta kesalahpahaman yang muncul dalam masyarakat muslim saat ini, berkontribusi pada peningkatan kesadaran keagamaan yang sehat, penguatan moderasi dan keseimbangan, serta penanggulangan ujaran kebencian dan ideologi ekstremis.

Dr. Samir Boudinar menjelaskan bahwa buku ini mengacu pada beragam sumber ilmiah dan klasik, termasuk Al-Qur'an dan Sunnah Nabi, serta karya-karya debat teologis, wacana ilmiah, dan sanggahan yang secara historis telah berkontribusi dalam membentuk posisi doktrinal dan memperkuat nilai-nilai etika dan kemanusiaan dalam peradaban Islam. Dr. Samir mencatat bahwa fenomena kesalahpahaman, ekstremisme, kebencian, dan kelebihan tidak terbatas pada budaya Islam saja, melainkan merupakan tantangan global yang memengaruhi berbagai budaya dan masyarakat.
Seminar tersebut juga meninjau sejumlah tema utama dalam buku tersebut, termasuk pendekatan metodologis untuk memahami agama, hubungan antara akal dan wahyu, prinsip-prinsip yang mengatur pendapat hukum (fatwa) dan tujuan-tujuan luhur Syariah, serta peran akidah dalam membentuk perilaku manusia. Seminar ini juga membahas isu-isu seperti ekskomunikasi, konsep kekhalifahan, dan tantangan intelektual kontemporer lainnya, serta menggarisbawahi pentingnya mengembangkan wacana keagamaan yang seimbang yang menghadapi ekstremisme dan mempromosikan nilai-nilai perdamaian dan hidup berdampingan.
Majelis Hukama Muslim, bekerja sama dengan Kementerian Toleransi dan Koeksistensi Uni Emirat Arab, berpartisipasi dalam Pameran Penerbitan dan Buku Internasional Rabat ke-31, yang berlangsung hingga 10 Mei 2026. Paviliun ini menampilkan lebih dari 275 publikasi dalam lima bahasa, bersamaan dengan beragam program seminar dan acara budaya dan intelektual yang bertujuan untuk mempromosikan nilai-nilai dialog, toleransi, hidup berdampingan, dan perdamaian.