Bincang Harmoni ala Milenial, Habib Husein Ajak Enjoy dalam Beragama
Habib Husein Jakfar jadi pembicara pada Bincang Harmoni dan Moderasi Beragama ala Milenial di Stan Pameran Majelis Hukama Al-Muslimin, IIBF, JCC-Senayan, Jakarta
Stan Pameran Majelis Hukama Al-Muslimin (MHM) di Indonesia International Book Fair (IIBF) 2021 kembali menggelar diskusi.
Mengangkat tema "Bincang Harmoni dan Moderasi Beragama ala Milenial", diskusi ini menghadirkan Habib Husein Jakfar Al-Hadar sebagai pembicara. Selaku pemandu acara, GM cariustadz.id Agus Rachmanto.
Kepada pengunjung yang memadati venue pameran MHM, Habib Jakfar mengajak mereka untuk lebih enjoy (menikmati) dalam beragama.
"Beragama apa adanya, tetap berupaya untuk sampai kepada Allah tanpa menipu diri sendiri dan orang lain, sehingga dijalani secara enjoy. Enjoy dalam beragama," pesan Habib Husein di JCC, Senayan, Sabtu (11/12/2021).
Habib juga berpesan agar tidak terseret nafsu dalam beragama sehingga terjebak pada cara beragama yang berlebih-lebihan dan ekstrem. Habib Husein mencontohkan bahwa riya adalah bentuk nafsu dalam beragama.
"Rasul berpesan bahwa jihad terbesar adalah melawan hawa nafsu, dan pesan ini disampaikan kepada kaum muslim," tutur Habib Husein.
Wasathiyah
Mengutip QS Al Baqarah ayat 143, Habib Husein menjelaskan bahwa ada tiga kata kunci terkait wasathiyah dalam konteks moderasi beragama. Pertama, yang wajib untuk moderat adalah umatnya (ummatan wasathan), bukan agamanya. Agama sudah pasti moderat. Maka dari itu, istilahnya adalah moderasi beragama, bukan moderasi agama.
Kedua, Al-Qur'an menggunakan kata ja'ala. Artinya, Allah memberikan potensi kepada umat untuk moderat, tapi hal itu harus diupayakan.
"Harus ada kerja untuk menjadi baik. Perlu mengupayakan diri untuk menjadi moderat," jelasnya.
Ketiga, wasathan salah satu maknanya adalah moderat. Wasit diambil dari kata Wasatha. Beragama yang baik adalah beragama yang seperti wasit, di tengah, melihat segala sesuatu secara adil, tidak punya kepentingan apapun dengan tim yang bertanding.
"Untuk menjadi moderat, perlu ketinggian moral. Dia harus matang dan berpihak kepada yang benar," paparnya.
"Moderat bukan berarti tidak berpihak. Moderat melihat di tengah secara adil lalu menghukuminya dengan sikap yang jelas dan benar," tandasnya.