Bahas Isu Keislaman dan Kemanusiaan Global, Ini 14 Hasil Sidang Tahunan Majelis Hukama Al-Muslimin 2021

Bahas Isu Keislaman dan Kemanusiaan Global, Ini 14 Hasil Sidang Tahunan Majelis Hukama Al-Muslimin 2021

Sidang tahunan Majelis Hukama Al-Muslimin (MHM) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Selasa (30/11/2021), berakhir dengan menghasilkan sejumlah kesepakatan terkait sejumlah isu keislaman dan kemanusiaan global. Sidang tahunan MHM ini dipimpin oleh Imam Akbar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, Syekh Al-Azhar Al-Syarif, Ketua Majelis Hukama al-Muslimin.

Baca selanjutnya>
Literasi Keagamaan Bagi Penyandang Disabilitas

Literasi Keagamaan Bagi Penyandang Disabilitas

Setiap tanggal 3 Desember, masyarakat dunia memperingati Hari Disabilitas Internasional. Hari peringatan ini dimaksudkan untuk memberikan dukungan pada penyandang disabilitas sekaligus mengajak warga dunia untuk semakin mengenal lebih jauh tentang disabilitas.

Baca selanjutnya>
Perkuat Persaudaraan Manusia, Majelis Hukama Muslimin Lanjutkan Prakarsa “Dialog Timur-Barat”

Perkuat Persaudaraan Manusia, Majelis Hukama Muslimin Lanjutkan Prakarsa “Dialog Timur-Barat”

Majelis Hukama Muslimin (MHM) memutuskan akan memulai kembali prakarsa Dialog Timur dan Barat untuk memperkuat persaudaraan manusia. Keputusan ini disepakati dalam sidang tahunan MHM yang diselenggarakan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Selasa (30/11/2021).

Baca selanjutnya>
Gelar Sidang Tahunan, MHM Bahas Asimilasi Muslim dan Barat

Gelar Sidang Tahunan, MHM Bahas Asimilasi Muslim dan Barat

Majelis Hukama Muslimin (MHM) menyelenggarakan sidang tahunan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Senin (29/12/2021). Sidang tahunan ini sempat terhenti selama dua tahun akibat wabah Covid-19.

Baca selanjutnya>
Bilal dan Dakwah Islam Melawan Rasisme

Bilal dan Dakwah Islam Melawan Rasisme

Bilal bin Rabah ra adalah salah satu contoh sahabat Rasulullah, yang menjadi simbol kemuliaan yang tidak memandang warna kulit ataupun status sosial. Kemuliaan beliau bahkan tercermin dari sabda Rasulullah Saw kepada Abu Dzar, yang berbunyi “Lihatlah, engkau tidaklah akan baik dari orang yang berkulit merah atau berkulit hitam sampai engkau mengungguli mereka dengan taqwa.” Jika Bilal bin Rabah saja punya kedudukan yang tinggi, lantas mengapa kita risau mengurus kedudukan manusia berdasarkan warna kulit dan tulang belulang mereka? Inilah kekeliruan dari para ilmuwan Barat, yang mendewakan akal dan panca indera mereka, serta menafikkan peran wahyu sebagai sumber kebenaran yang absolut.

Baca selanjutnya>