Pernyataan Sekjen MHM dalam Penutupan Konferensi ‘Media Melawan Kebencian’
Konferensi ‘Media Melawan Kebencian’ di Amman Yordania telah ditutup pada 28 September 2021. Pidato penutupan disampaikan oleh Sekjen Majelis Hukama Al-Muslimin (MHM), Dr. Sultan Al Remeithi.
Mengawali sambutannya, Al Remeithi menegaskan tentang pentingnya memelihara harkat dan martabat kemanusiaan, dan besarnya peran media dalam tugas ini.
“Kami percaya pada harkat dan martabat jiwa manusia. Kami menyadari bahwa memelihara harkat dan martabat manusia adalah tujuan luhur yang harus dicapai. Kami menghargai upaya setiap manusia untuk menjaga harkat dan martabat saudaranya pada masa ketika tanggung jawab media dan jurnalis semakin besar,” ujar Al Remeithi, di Amman, Selasa (28/9/2021).
Al Remeithi lalu menjelaskan alasan diselenggarakannya Konferensi ‘Media Melawan Kebencian’ oleh MHM dan Catholic Center for Research and Media. Menurutnya, penyelenggaraan konferensi ini dilatarbelakangi oleh sejumlah alasan.
Pertama, kesamaan tujuan antara MHM dan Catholic Center for Research and Media dalam penyebarluasan budaya hidup rukun, nilai-nilai toleransi, perdamaian, serta melawan kebencian dan rasisme.
Kedua, adanya kesadaan tentang peran penting yang dapat dimainkan media dalam mengonsolidasikan nilai-nilai dan prinsip-prinsip luhur tersebut, utamanya dalam menyadarkan opini publik tentang pentingnya kerukunan dan toleransi dalam mencapai stabilitas, pembangunan, dan kohesi sosial;
Ketiga, mempertimbangkan kode etik media dan kode etik profesi yang ditetapkan organisasi media, serikat pekerja, dan institusi di dunia Arab. Keempat, mendukung tanggung jawab kemanusiaan media. Kelima, melanjutkan kerja sama yang telah terjalin erat antara pengambil kebijakan dan media dalam kerja media yang mencerahkan, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, serta mendukung hidup berdampingan antara berbagai kelompok dalam masyarakat Arab.
Konferensi ‘Media Melawan Kebencian’ ini diselenggarakan selama dua hari, 27–28 September 2021, di ibukota Yordania, Amman. Konferensi berlangsung di bawah penyeliaan Putra Mahkota Yordania Pangeran Ghazi bin Muhammad. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 100 peserta dari berbagai negara Arab.
Menurut Al Remeithi, Konferensi ‘Media Melawan Kebencian’ merumuskan lima rekomendasi berikut:
Pertama: memaksimalkan pelaksanaan “Kode Etik Media” sebagai referensi nilai dan etika media dan jurnalis.
Kedua: menguatkan peran media dalam mendorong rekonsiliasi, mendekatkan sudut pandang (perspektif), serta mengukuhkan solidaritas, sebagai langkah untuk menyelesaikan berbagai perselisihan.
Ketiga: memberi perhatian lebih besar pada isu-isu kemanusiaan, terutama pada masa-masa pandemi, konflik, dan perang, membantu pengungsi, korban perang dan tindak kekerasan, serta memperhatikan persoalan ekonomi yang mereka alami sehari-hari.
Keempat: mendorong media untuk memperingati Hari Persaudaraan Manusia yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada setiap 4 Februari, serta merayakan Pekan Harmoni Antaragama pada setiap pekan pertama Februari dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan dan menyebarluaskan nilai kasih sayang pada masyarakat.
Kelima: membentuk Koalisi Media Arab yang bertugas memastikan penerapan ‘Kode Etik Media’ dan memanfaatkan kode etik serupa di negara lain dalam upaya membumikan visi bersama media Arab yang mampu melawan ujaran kebencian dalam dunia nyata yang berdampak luas pada masyarakat.
Dikatakan Al Remeithi, seruan membentuk Koalisi Media Arab dari Amman, Yordania, memiliki banyak makna, baik historis, kemanusiaan, maupun keagamaan. Yordania adalah tanah tempat bertemunya agama-agama samawi, tempat yang dilalui oleh para nabi dan rasul, tempat turunnya wahyu, tempat dimakamkannya banyak sahabat Nabi Saw. dan orang-orang saleh.
Dalam sejarah modern, Kerajaan Yordania sejak berdiri 100 tahun yang lalu merupakan model kehidupan beragama yang moderat dan toleran, sekaligus simbol dunia bagi kehidupan bersama yang rukun dan damai melalui sikap-sikap kemanusiaan, sosial, dan keagamaannya yang selalu mendukung keadilan di dunia.
Majelis Hukama Muslimin, Catholic Center for Research and Media, dan semua peserta Konferensi ‘Media Melawan Kebencian’ mengucapkan selamat merayakan 100 tahun didirikannya Kerajaan Yordania. Mewakili semuanya, Al Remeithi juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pemerintah yang dipimpin Raja Abdullah II, kepada Penyelia Konferensi Pangeran Muhammad Ghazi bin Muhammad, serta seluruh rakyat Yordania atas dukungannya terhadap misi MHM dan Catholic Center for Research and Media dalam mengokohkan hidup berdampingan secara rukun, melawan ekstremisme, rasisme, dan diskriminasi.
“Para peserta juga menyampaikan terima kasih tak terhingga atas penyediaan berbagai sarana dan kemudahan demi terselenggaranya konferensi ini dengan sukses dengan terbentuknya Koalisi Media Arab yang melawan kebencian. Para peserta merasa puas dan perlu mengambil contoh hidup berdampingan secara rukun dan damai yang berlaku di bumi Yordania untuk mengukuhkan persaudaraan manusia,” tandasnya.