Syekh Ahmad Al-Tayeb dan Paus Fransiscus Sepakat Teruskan Dialog Persaudaraan
Imam Akbar Ahmad Al-Tayeb dan Pemimpin Gereja Katolik Paus Franciskus sepakat untuk terus menguatkan tradisi dialog persaudaraan.
Hal ini didiskusikan bersama dalam pertemuan keduanya di Roma, Italia, Selasa (5/10/2021). Pertemuan khusus di Vatikan ini digelar setelah kedua pemimpin agama dunia itu menghadiri Konferensi Pemuka-Pemuka Agama dan Ilmuan tentang Perubahan Iklim yang mengangkat tema Iman dan Sains.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin agama itu membicarakan isu-isu keagamaan, kemanusiaan, dan moral yang menggelisahkan kehidupan dunia saat ini. Dibahas juga, tantangan yang dihadapi akibat perubahan global.
Baik Syekh Al Azhar Ahmed Al-Tayeb maupun Sri Paus Fransiscus, keduanya menekankan peran penting dan kontribusi pemuka dan ilmuwan agama dalam menekan perang dan perpecahan yang dialami beberapa wilayah di dunia. Langkah-langkah untuk melawan pemikiran ekstrem dan yang bertentangan dengan ajaran agama-agama samawi, juga dibahas.

Syekh Al-Tayeb yang juga Ketua Majelis Hukama Al-Muslimin dan Paus Franciskus mengungkapkan tekad kuatnya untuk meneruskan dialog konstruktif dan penuh persaudaraan yang sudah mereka mulai dan telah menghasilkan Piagam Persaudaraan yang bersejarah. Piagam itu ditandatangani dan dideklarasikan di Abu Dhabi pada 2019 lalu. Piagam ini dinilai memiliki pengaruh kuat dalam mengukuhkan persaudaraan antarumat manusia.
Kedua tokoh agama itu memandang bahwa banyaknya tantangan yang dihadapi umat manusia memerlukan tekad yang kuat untuk memikul beban yang sulit. Keduany juga melihat, bahwa kembali ke ajaran agama adalah jalan yang tepat untuk menyelamatkan dunia dari kekerasan, perpecahan, dan tirani kebendaan.
Imam Akbar Syekh Ahmad Al-Tayeb dan Paus Franciskus menghargai upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Komite Tinggi Persaudaraan Manusia dalam mengejawantahkan nilai-nilai luhur yang dikandung dalam Piagam Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama.