Sebagai bagian dari kegiatan budaya dan intelektual di Pameran Buku Internasional Abu Dhabi edisi ke-34, Selasa (6/5/2025), paviliun Majelis Hukama Muslimin (MHM) menyelenggarakan diskusi panel berjudul “Dialog Intra-Islam dan Kontribusi Pemuda.”
Baca selanjutnya>Sebagai bagian dari program budaya dan intelektual di Pameran Buku Internasional Abu Dhabi ke-34, Senin (5/5/2025), paviliun Majelis Hukama Muslimin (MHM) menyelenggarakan seminar berjudul “Perempuan dan Pembentukan Generasi Penyebar Nilai-Nilai Hidup Berdampingan dan Perdamaian.”
Baca selanjutnya>Sebagai bagian dari partisipasi dalam Pameran Buku Arab Internasional Amerika (AIABF) perdana di Dearborn, Michigan, Minggu (4/5/2025), Majelis Hukama Muslimin (MHM) menggelar seminar berjudul “Menanggulangi Islamofobia: Membangun Jembatan Melalui Dialog dan Pemahaman.”
Baca selanjutnya>Sebagai bagian dari program budaya dan intelektual di edisi ke-34 dari Pameran Buku Internasional Abu Dhabi, Minggu (4/5/2025), paviliun Majelis Hukama Muslimin (MHM) menyelenggarakan seminar berjudul “Dialog dan Koeksistensi dalam Warisan Islam: Fondasi yang Kokoh dan Nilai-Nilai yang Abadi.” Seminar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu: Dr. Ahmed Abdel Zaher (Konselor Hukum di Departemen Peradilan Abu Dhabi dan Profesor Hukum di Universitas Kairo), Dr. Mahmoud Najah (Imam Masjid Ahmed El-Tayeb di Rumah Keluarga Abraham), Profesor Zikrur Rahman (Pendiri dan Direktur Pusat Kebudayaan Arab India), dan Dr. Mohand Mechenene (Profesor di Universitas Kemanusiaan Mohamed Bin Zayed).
Baca selanjutnya>Sebagai bagian dari program budaya dan intelektual di Pameran Buku Internasional Abu Dhabi edisi ke-34, Minggu (4/5/2025), paviliun Majelis Hukama Muslimin (MHM) menyelenggarakan seminar berjudul “Media dan Promosi Budaya Pemahaman dan Dialog.” Seminar tersebut menghadirkan narasumber, Mohamed Al Hammadi, Direktur Jenderal Kantor Berita Emirates (WAM), dan Abdel Latif El Menawy, jurnalis dan penulis.
Baca selanjutnya>Di ibu kota Uzbekistan, Tashkent, Konselor Mohamed Abdelsalam, Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (MHM), Sabtu (3/5/2025), bertemu dengan Tanzila Narbaeva, Ketua Parlemen Uzbekistan, untuk membahas upaya memperkuat kerja sama antar pihak.
Baca selanjutnya>Sebagai bagian dari program budaya dan intelektual di Pameran Buku Internasional Abu Dhabi edisi ke-34, Sabtu (3/5/2025), paviliun Majelis Hukama Muslimin (MHM) menyelenggarakan seminar berjudul “Peran Lembaga Pendidikan dalam Meningkatkan Kesadaran akan Pentingnya Dialog Intra-Islam”. Seminar ini menghadirkan nasarsumber, Dr. Khalifa Al-Dhaheri, Rektor Universitas Humaniora Mohamed Bin Zayed, dan Dr. Tarek Shawki, mantan Menteri Pendidikan dan Pendidikan Teknis Republik Arab Mesir.
Baca selanjutnya>Sebagai bagian dari program budaya dan intelektual di Pameran Buku Internasional Abu Dhabi edisi ke-34, Sabtu (3/5/2025), paviliun Majelis Hukama Muslimin (MHM) menyelenggarakan seminar berjudul “Etika Penggunaan Artificial Inttelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan”. Hadir sebagai narasumber, Dr. Mohamed Abdulzaher, CEO the Artificial Intelligence Journalism Foundation for Research and Forecasting (AIJRF).
Baca selanjutnya>Sebagai bagian dari program budaya dan intelektual selama Pameran Buku Internasional Abu Dhabi edisi ke-34, Jumat (2/5/2025), paviliun Majelis Hukama Muslimin (MHM) menyelenggarakan seminar berjudul “Keamanan Intelektual: Menghadapi Ujaran Kebencian dan Islamofobia.” Hadir sebagai narasumber, Profesor Abdulrrahim Youssef Mendi dari Universitas Mohamed bin Zayed untuk Humaniora dan Adama Dieng, mantan Wakil Sekretaris Jenderal PBB yang juga penasihat MHM.
Baca selanjutnya>Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (MHM), Konselor Mohamed Abdelsalam, bertemu Saida Shavkat Mirziyoyeva, Asisten Pertama Presiden Republik Uzbekistan, di ibu kota Uzbekistan, Tashkent, Jumat (2/5/2025). Pertemuan kedua tokoh ini untuk membahas strategi meningkatkan kerja sama dalam menghidupkan kembali warisan intelektual para ulama dan menyoroti kontribusi mereka di berbagai bidang pengetahuan. Keduanya juga membahas penguatan sinergi dalam memperkenalkan kembali warisan dan kontribusi ilmiah dan kemanusiaan para ulama terdahulu kepada generasi sekarang dan mendatang.
Baca selanjutnya>












