“Media serta Promosi Budaya Saling Pengertian dan Dialog” Dibahas dalam Seminar MHM di Pameran Buku Internasional Abu Dhabi
.
Sebagai bagian dari program budaya dan intelektual di Pameran Buku Internasional Abu Dhabi edisi ke-34, Minggu (4/5/2025), paviliun Majelis Hukama Muslimin (MHM) menyelenggarakan seminar berjudul “Media dan Promosi Budaya Pemahaman dan Dialog.” Seminar tersebut menghadirkan narasumber, Mohamed Al Hammadi, Direktur Jenderal Kantor Berita Emirates (WAM), dan Abdel Latif El Menawy, jurnalis dan penulis.
Para pembicara menekankan pentingnya menegakkan etika media dan menumbuhkan wacana yang bertanggung jawab yang berakar pada nilai-nilai toleransi dan hidup berdampingan—terutama mengingat tantangan yang semakin besar yang ditimbulkan oleh penyebaran ujaran kebencian di platform media tradisional dan digital.
Membuka seminar, Mohamed Al Hammadi menyatakan, “Saat ini, kita sepenuhnya menyadari pentingnya media dan pengaruhnya yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam membentuk opini publik, terutama di era kemajuan teknologi yang pesat ini.” Ia menambahkan, “Kata-kata bukan sekadar alat ekspresi—itu adalah tanggung jawab. Satu kata dapat memicu konflik atau membangun kesadaran dan perdamaian. Oleh karena itu, mereka yang memilih untuk bekerja di media harus menyadari bahwa mereka memikul tanggung jawab kemanusiaan dan nasional yang semakin besar.”
Al Hammadi mencatat bahwa tantangan terbesar dalam melawan ujaran kebencian tidak hanya terletak di dalam lembaga media tradisional seperti televisi dan surat kabar, tetapi juga di ruang daring yang luas, yang tetap terbuka bagi jutaan pengguna tanpa pedoman profesional atau etika yang jelas. Ia menekankan bahwa tugas profesional media adalah melawan gelombang misinformasi dan hal-hal negatif dengan menyebarkan kebenaran dan memperkuat rasa tanggung jawab.
Ia lebih lanjut menegaskan bahwa “Media UEA menghadirkan model yang unik, yang ditandai dengan komitmennya untuk menyebarkan wacana positif yang mencerminkan semangat toleransi yang dijunjung tinggi oleh kepemimpinan yang bijaksana, dan yang mendorong dialog dan persatuan tanpa diskriminasi antara anggota masyarakat, terlepas dari kebangsaan atau agama mereka.” Ia menambahkan bahwa media adalah alat penting untuk membangun jembatan komunikasi antarmanusia dan menumbuhkan budaya moderasi, dan bahwa keterlibatan publik dengan konten media adalah ukuran sebenarnya dari keberhasilan seorang penulis atau jurnalis dalam menyampaikan pesan mereka.
Sementara itu, jurnalis Abdel Latif El Menawy menjelaskan bahwa dengan evolusi alat komunikasi, setiap individu saat ini telah menjadi kreator konten dan influencer. Kekuatan kata-kata telah berlipat ganda, dan ruang publik kini dapat diakses oleh semua orang. “Dalam konteks ini,” katanya, “kita harus bekerja untuk memastikan bahwa kata-kata menjadi landasan bersama untuk saling memahami—bukan alat untuk menghasut dan memecah belah.”
El Menawy memuji Majelis Hukama Muslimin (MHM) atas upayanya dalam memajukan budaya saling pengertian dan dialog, dengan mengutip Dokumen Persaudaraan Manusia yang ditandatangani oleh mendiang Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik, dan Grand Syeikh Al Azhar, Imam Akbar, Dr. Ahmed Al-Tayeb. Ia mengatakan, “Dokumen bersejarah ini tidak mungkin tercipta tanpa kualitas manusiawi dan spiritual yang mendalam dari kedua penandatangan. Ini adalah salah satu dokumen terpenting di zaman modern dan layak mendapatkan mekanisme yang efektif untuk memastikan penerapan dan keberlanjutannya secara global.”
Ia menyimpulkan dengan menyatakan bahwa media bukanlah instrumen ajaib, melainkan cerminan kesadaran masyarakat. Media memiliki pengaruh langsung dalam membentuk keyakinan, dan kita sangat perlu menyebarkan narasi positif, melembagakan model dialog, dan mendukung inisiatif seperti Dokumen Persaudaraan Manusia di semua lingkungan—bahkan lingkungan yang tampak resistan atau tertutup terhadap lingkungan lain.
Paviliun MHM di Pameran Buku Internasional Abu Dhabi 2025 menampilkan lebih dari 250 publikasi intelektual dan budaya yang beragam, termasuk pilihan terbitan terbaru dari Al-Hokama Publishing. Karya-karya ini membahas beberapa isu intelektual dan budaya yang paling mendesak di zaman kita dan mencerminkan misi MHM untuk mempromosikan perdamaian, mendorong dialog, dan menanamkan nilai-nilai toleransi dan persaudaraan manusia. Paviliun MHM terletak di Aula 10, Stan 10C35.