Sekjen MHM Bertemu Asisten Pertama Presiden Uzbekistan, Bahas Penguatan Sinergi
.
Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (MHM), Konselor Mohamed Abdelsalam, bertemu Saida Shavkat Mirziyoyeva, Asisten Pertama Presiden Republik Uzbekistan, di ibu kota Uzbekistan, Tashkent, Jumat (2/5/2025). Pertemuan kedua tokoh ini untuk membahas strategi meningkatkan kerja sama dalam menghidupkan kembali warisan intelektual para ulama dan menyoroti kontribusi mereka di berbagai bidang pengetahuan. Keduanya juga membahas penguatan sinergi dalam memperkenalkan kembali warisan dan kontribusi ilmiah dan kemanusiaan para ulama terdahulu kepada generasi sekarang dan mendatang.
Dalam pertemuan tersebut, Konselor Abdelsalam menyampaikan apresiasi MHM atas upaya Republik Uzbekistan, di bawah kepemimpinan Presiden Shavkat Mirziyoyev, dalam melestarikan warisan Islam—terutama di kota-kota Islam yang penting secara historis, yaitu Bukhara dan Samarkand. Ia juga menegaskan dukungan MHM, di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, untuk Pusat Peradaban Islam, yang dijadwalkan akan diresmikan di Uzbekistan akhir tahun ini dan diharapkan akan menjadi mercusuar peradaban Islam di Asia Tengah.
Sekretaris Jenderal MHM juga memuji peran penting Saida Mirziyoyeva dan upayanya dalam mendukung inisiatif pemuda, memberdayakan perempuan Uzbekistan, dan menghadirkan model yang menginspirasi tentang keberhasilan perempuan muslim di semua bidang.

Sementara itu, Asisten Pertama Presiden Uzbekistan menyambut baik partisipasi MHM dalam konferensi internasional bertajuk “Maturidisme: Doktrin Toleransi, Moderasi, dan Pengetahuan” yang diadakan di Samarkand. Ia menyampaikan apresiasi atas minat MHM yang berkelanjutan terhadap Uzbekistan, yang baru-baru ini diperkuat dengan penunjukan Sheikh Nuriddin Kholiknazar, Mufti Besar dan Ketua Dewan Muslim Uzbekistan, sebagai anggota MHM.
Ia memuji hubungan yang kuat dan mengakar antara Uzbekistan dan Uni Emirat Arab, dengan mencatat bahwa periode mendatang akan menyaksikan peningkatan kerja sama antara Uzbekistan dan MHM melalui berbagai inisiatif dan acara yang mempromosikan dialog, toleransi, koeksistensi, dan perdamaian.
Pada akhir pertemuan, kedua belah pihak membahas kemungkinan Uzbekistan menjadi tuan rumah Forum Pembawa Perdamaian Baru, salah satu inisiatif MHM yang paling berdampak, bersamaan dengan persiapan peresmian Pusat Peradaban Islam.