Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Imam Akbar Profesor Dr. Ahmed Al-Tayeb, Grand Syekh Al-Azhar, menekankan bahwa perayaan Hari Perempuan Internasional menghadirkan kesempatan penting untuk mengakui peran mendasar perempuan dalam membangun bangsa. Menyoroti bahwa perempuan adalah mitra laki-laki dan mitra penting dalam perjalanan kemajuan dan pembangunan, MHM menyerukan pemberdayaan perempuan dan anak perempuan untuk sepenuhnya mencapai hak-hak mereka dan untuk mendukung dan meningkatkan kemampuan mereka.
Baca selanjutnya>Dewan Menteri Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), dalam sidang ke-163 yang diadakan di Mekkah, Arab Saudi, Sabtu (8/3/2025), mengapresiasi Kerajaan Bahrain atas penyelenggaraan perdana Konferensi Dialog Intra-Islam pada Februari 2024. Acara tersebut diselenggarakan atas dukungan penuh Raja Hamad bin Isa Al Khalifa, Raja Bahrain. Helat itu juga dihadiri Profesor Dr. Ahmed Al-Tayeb, Grand Syekh Al-Azhar dan Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM), bersama lebih dari 400 cendekiawan dan intelektual yang mewakili berbagai mazhab Islam.
Baca selanjutnya>Dr. Ahmed bin Abdulaziz Al Haddad, Anggota Majelis Hukama Muslimin (MHM), Anggota Dewan Fatwa UEA, Mufti Senior dan Direktur Departemen Fatwa di Dubai, menegaskan bahwa Islam adalah agama yang mendorong dialog dan keterlibatan, baik dengan mereka yang setuju maupun yang tidak setuju. Dialog adalah satu-satunya cara untuk memahami orang lain. Itulah sebabnya dialog telah menjadi pilar mendasar dakwah Islam.
Baca selanjutnya>Majelis Hukama Muslimin (MHM) menyampaikan ucapan selamat yang tulus kepada Grand Syekh Al Azhar yang juga Ketua MHM, Imam Akbar Profesor Dr. Ahmed Al-Tayeb, serta kepada para ulama, mahasiswa, lulusan, dan semua orang yang menghargai Al-Azhar di seluruh dunia. Ucapan selamat ini disampaikan berkenaan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1.085 Hijriah atas berdirinya Masjid Al-Azhar, mercusuar ilmu pengetahuan dan pembelajaran di dunia Islam.
Baca selanjutnya>Sayyed Ali Al-Amin, anggota Majelis Hukama Muslimin (MHM) dan otoritas keagamaan terkemuka di Lebanon, menekankan bahwa agama dibangun atas nilai-nilai, prinsip-prinsip, dan etika fundamental yang harus dijunjung tinggi oleh semua orang beriman. Di antara semua itu, ia menyoroti perdamaian sebagai salah satu yang paling penting.
Baca selanjutnya>
























