Sayyed Ali Al-Amin: Perdamaian adalah Nilai Inti Kemanusiaan dan Islam yang Harus Dijunjung Tinggi
.
Sayyed Ali Al-Amin, anggota Majelis Hukama Muslimin (MHM) dan otoritas keagamaan terkemuka di Lebanon, menekankan bahwa agama dibangun atas nilai-nilai, prinsip-prinsip, dan etika fundamental yang harus dijunjung tinggi oleh semua orang beriman. Di antara semua itu, ia menyoroti perdamaian sebagai salah satu yang paling penting.
Berbicara dalam episode ketiga program Ramadan "Nilai-nilai Kemanusiaan bersama Hukama" yang disiarkan di platform media sosial MHM, Kamis (6/3/2025), Sayyed Ali Al-Amin menyatakan bahwa perdamaian adalah nilai dasar yang harus dianut. Karena itu, ia mendorong komunikasi dan memperkuat ikatan di antara orang-orang di seluruh dunia.
Sayyed Ali Al-Amin lebih lanjut menjelaskan bahwa banyak teks agama yang mendorong penyebaran praktik baik perdamaian dalam semua aspek kehidupan. Ia mengutip Nabi Muhammad (saw), yang berkata: "Seorang Muslim adalah orang yang lidah dan tangannya membuat kaum Muslim aman."
Hal ini, menurut Sayyed Ali Al-Amin, menggarisbawahi bahwa menegakkan perdamaian sangat terkait dengan mematuhi prinsip-prinsip inti agama.
Sayyed Ali Al-Amin juga menunjukkan bahwa salam perdamaian tertanam kuat dalam ajaran Islam. "Itulah sebabnya kita mengucapkan 'As-salamu alaykum' (semoga damai menyertaimu), dan dalam doa, kita melafalkan 'semoga damai menyertai kami dan hamba-hamba Allah yang saleh,'" sebutnya.
Ungkapan-ungkapan ini, jelasnya, berfungsi sebagai seruan untuk menegakkan perdamaian sebagai jembatan komunikasi dalam Umat Islam dan di antara seluruh umat manusia.
Selama Ramadan, MHM menyiarkan lima program khusus: "Al-Imam Al-Tayeb", "Satu Umat", "Nilai-Nilai Kemanusiaan bersama Hukama", "Bulan Hidup Berdampingan yang Harmonis", dan "Etika Kita". Program-program ini sejalan dengan strategi media MHM untuk memanfaatkan semua platform dalam mempromosikan dan memperkuat nilai-nilai dialog, perdamaian, toleransi, dan hidup berdampingan.