Salat dan Solidaritas Umat

Salat dan Solidaritas Umat

Ulama Al-Azhar Dr. Salahuddin El-Shami dalam kajian Ba’da Subuh di Masjid At-Taqwa Pancor, Kamis (31/8/2023) menjelaskan tentang salat dan salidaritaas umat. Kajian ini dihadiri oleh ratusan santri dan masyarakat setempat yang memadati masjid.

Baca selanjutnya>
Dr Salah Al-Shami: Islam Banyak Melahirkan Ulama Perempuan

Dr Salah Al-Shami: Islam Banyak Melahirkan Ulama Perempuan

Intelektual Universitas Al-Azhar Dr Salahuddin Al-Shami memberikan motivasi kepada para santriwati di Indonesia untuk mencari ilmu dan mengejar cita-cita setinggi mungkin. Dia berharap para santriwati tidak sekedar belajar dan mengaji, tapi juga memperdalam ilmu hingga menjadi ulama perempuan.

Baca selanjutnya>
Soal Kerusakan Lingkungan, TGB Jelaskan Konsep Ekonomi Hijau dalam Islam

Soal Kerusakan Lingkungan, TGB Jelaskan Konsep Ekonomi Hijau dalam Islam

Dunia saat ini dihadapkan pada ancaman kerusakan lingkungan dan perubahan iklim. Suhu semakin memanas dan polusi udara terjadi di banyak tempat, termasuk Jakarta. Anggota Komite Eksekutif Majelis Hukama Muslimin (MHM) TGB HM Zainul Majdi mengatakan bahwa penerapan konsep ekonomi hijau di seluruh Indonesia bisa menjadi solusi.

Baca selanjutnya>
Menebar Nilai Kasih Sayang Rahmah dan Patriotisme

Menebar Nilai Kasih Sayang Rahmah dan Patriotisme

Majelis Hukama Muslimin (MHM) cabang Indonesia menyelenggarakan serangkaian acara di pulau Lombok untuk mempromosikan berbagai nilai, termasuk kasih sayang, patriotisme, dan pengabdian kepada masyarakat. Acara-acara ini sejalan dengan misi MHM untuk menyebarkan dan meningkatkan nilai-nilai perdamaian dan hidup berdampingan atau koeksistensi.

Baca selanjutnya>
Ulama Mesir Jelaskan Dua Penyebab Ekstremisme, Kurang Wawasan dan Gagal Paham

Ulama Mesir Jelaskan Dua Penyebab Ekstremisme, Kurang Wawasan dan Gagal Paham

Ulama dari Al-Azhar Mesir Dr Shalahuddin Muhammad Al-Shami mengingatkan bahwa dunia saat ini sedang dihadapkan pada krisis penyimpangan intelektual, konflik, dan ekstremisme. Menurutnya, krisis penyimpangan intelektual dan ekstremisme itu sangat berbahaya. 

Baca selanjutnya>