Pada 2023, Majelis Hukama Muslimin, di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, mengintensifkan upaya untuk mengaktifkan peran para pemimpin agama dalam mengatasi permasalahan dan tantangan global. Langkah MHM ini bertujuan untuk berkontribusi dalam menemukan solusi yang efektif dan nyata, khususnya dalam mengatasi masalah iklim, di tengah dampak negatif krisis iklim yang mengancam kehidupan di Bumi.
Baca selanjutnya>Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas pembunuhan Imam Hussein Syarif, imam sebuah masjid di Newark, New Jersey, AS. Imam Hussein Syarif dikabarkan ditembak mati oleh penyerang tak dikenal di tempat parkir masjid setelah melaksanakan salat Subuh pada Kamis, 4 Januari 2024.
Baca selanjutnya>Sekjen MHM dan Zayed Award for Human Fraternity Bertemu Megawati, Bahas Penguatan Nilai Persaudaraan
Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Sukarnoputri, menerima Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Hukama Muslimin (MHM) yang juga Sekjen Zayed Award for Human Fraternity, Konselor Mohammed Abdelsalam di kediamannya, Jakarta, Kamis (4/1/2024). Kedua belah pihak menekankan pentingnya peran nilai-nilai persaudaraan umat manusia dalam menyebarkan nilai-nilai perdamaian, solidaritas, dan hidup berdampingan antarmanusia.
Baca selanjutnya>Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menerima Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Hukama Muslimin (MHM) Konselor Mohammed Abdelsalam. Pertemuan kedua tokoh ini berlangsung di Istana Bogor, Kamis (4/1/2024).
Baca selanjutnya>Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, mendesak lembaga dan individu untuk meningkatkan fokus mereka pada bahasa Braille. Bahasa Braille berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan para tunanetra ( individu yang buta dan tunanetra) dengan berbagai ilmu dan ilmu pengetahuan.
Baca selanjutnya>
























