Kilas Balik 2023, MHM Pimpin Upaya Global Peningkatan Peran Pemimpin dan Tokoh Agama Atasi Tantangan Iklim
Tokoh agama hadir pada Paviliun Iman COP 28 di Abu Dhabi, 2023
Pada 2023, Majelis Hukama Muslimin, di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, mengintensifkan upaya untuk mengaktifkan peran para pemimpin agama dalam mengatasi permasalahan dan tantangan global. Langkah MHM ini bertujuan untuk berkontribusi dalam menemukan solusi yang efektif dan nyata, khususnya dalam mengatasi masalah iklim, di tengah dampak negatif krisis iklim yang mengancam kehidupan di Bumi.
Pada saat yang sama, Uni Emirat Arab menjadi tuan rumah sesi ke-28 Conference of the Parties (COP 28) Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim. MHM melalui siarang persnya, Rabu (10/1/2024), menjelaskan bahwa pada 2023 pihaknya terus berupaya meningkatkan peran para pemimpin agama dalam menghadapi tantangan eksistensial ini. Pentingnya peran para pemimpin agama dan upaya mereka dalam mengatasi dampak negatif perubahan iklim ditekankan pada pertemuan pertama Komite Gabungan Dialog antara MHM dan the Vatican's Department for Interreligious Dialogue.
Tahun 2023 juga menjadi saksi pergerakan global yang signifikan untuk menggalang suara para pemimpin agama melawan perubahan iklim. Sekretaris Jenderal MHM, Konselor Mohamed Abdelsalam, melakukan beberapa kunjungan ke Roma, bertemu dengan Yang Mulia Paus Fransiskus untuk membahas peluncuran inisiatif guna mengaktifkan peran para pemimpin agama dalam mengatasi tantangan iklim. Tujuannya adalah untuk menyatukan upaya para pemimpin dari berbagai agama dan sekte untuk mencapai keadilan iklim dan menetapkan tanggung jawab etis untuk melestarikan bumi sebagai rumah bersama bagi umat manusia.
Demikian pula, 50 peserta muda dari 24 negara menghadiri Emerging Peacemakers Forum edisi kedua, yang diselenggarakan MHM bekerja sama dengan the World Council of Churches and the Rose Castle Foundation. Kegiatan ini mengirimkan pesan harapan pada COP28. Para peserta menanam pohon Zaitun dan menyerukan para pemangku kebijakan pelestarian lingkungan untuk berupaya melindungi kehidupan dan sumber daya alam di bumi.
Di bawah naungan Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Syeikh Muhammad bin Zayed Al Nahyan, MHM bekerja sama dengan Kepresidenan COP28, Kementerian Toleransi dan Hidup Berdampingan di UEA, dan Program Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyelenggarakan KTT Global untuk Pemimpin Agama tentang Iklim. Perwakilan dari 18 agama dan 30 denominasi di seluruh dunia, bersama dengan cendekiawan, akademisi, pakar lingkungan hidup, dan perwakilan masyarakat, termasuk pemuda, perempuan, dan masyarakat adat, menghadiri pertemuan puncak tersebut.
KTT Global ini mengeluarkan seruan 'Panggilan Hati Nurani: Pernyataan Abu Dhabi tentang Aksi Iklim untuk COP28' yang ditandatangani bersama oleh Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb dan Paus Fransiskus, serta 28 pemimpin agama lainnya. Pernyataan ini menyerukan tindakan efektif untuk mengatasi krisis iklim dan melestarikan bumi.
MHM mengakhiri kegiatannya pada 2023 untuk mengaktifkan partisipasi para pemimpin agama dalam aksi iklim global dan menemukan solusi inovatif untuk mengatasi masalah iklim. Hal ini termasuk mengorganisir Paviliun Iman di COP28, yang pertama dalam sejarah konferensi COP. Paviliun Iman diselenggarakan MHM bekerja sama dengan Kepresidenan COP28, Kementerian Toleransi dan Hidup Berdampingan di UEA, dan Program Lingkungan PBB.
Paviliun ini menyelenggarakan lebih dari 65 sesi dialog dengan partisipasi dari sekitar 700 tokoh internasional. Paviliun juga menyediakan platform global untuk diskusi antaragama guna mengambil langkah-langkah ambisius dan efektif yang mempromosikan keadilan lingkungan dan melestarikan lingkungan untuk generasi sekarang dan masa depan