Sebagai bagian dari program budaya di Pameran Buku Internasional Rabat edisi ke-30, paviliun Majelis Hukama Muslimin (MHM) menyelenggarakan seminar budaya keempat, berjudul “Dari Perjalanan Sarjana Al-Azhar ke Eropa: Mohamed ‘Ayyad al-Tantawi sebagai Model.” Seminar ini dimoderatori Dr. Samir Boudinar, Direktur Pusat Penelitian Perdamaian Al Hokama. Hadir sebagai narasumber, Dr. Mohamed Jamal, seorang peneliti di Kantor Pemulihan Warisan Al-Azhar.
Baca selanjutnya>Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, bersama para anggota dan Sekjen MHM, Konselor Mohamed Abdelsalam, berduka atas meninggalnya Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik. Paus Fransiskus dikabarkan meninggal hari ini, Senin (21/4/2025), pada usia 88 tahun.
Baca selanjutnya>Sebagai bagian dari program budaya di Pameran Buku Internasional Rabat edisi ke-30, Majelis Hukama Muslimin (MHM) menyelenggarakan seminar kedua, berjudul “Masalah Perpecahan Umat Menjadi Sunni dan Syiah”, Minggu (20/4/2025). Seminar ini dimoderatori oleh Dr. Mohamed Gamal, seorang peneliti di Kantor Pemulihan Warisan Al-Azhar. Hadir sebagai narasumber, Dr. Elias Mohamed Belka, Profesor di Universitas Sidi Mohamed Ben Abdellah di Fez dan Direktur Studi Strategis di Pusat Penelitian Perdamaian Al Hokama.
Baca selanjutnya>Paviliun Majelis Hukama Muslimin (MHM) di Pameran Buku Internasional Rabat ke-30, Sabtu (19/4/2025), menyelenggarakan seminar budaya pertamanya, berjudul "Perdamaian di Afrika: Studi dan Visi untuk Meningkatkan Stabilitas dan Pembangunan." Seminar tersebut menghadirkan narasumber, Dr. Samir Boudinar (Direktur Pusat Penelitian Perdamaian Al Hokama) dan Dr. Adel Moussaoui (peneliti ilmu politik dan hubungan internasional di Universitas Mohammed V di Rabat).
Baca selanjutnya>Majelis Hukama Muslimin (MHM) berpartisipasi pada Pameran Buku Internasional Rabat edisi ke-30, yang diselenggarakan dari 17 - 27 April 2025. Partisipasi ini sejalan dengan misi MHM untuk mempromosikan perdamaian, memperkuat nilai-nilai dialog dan toleransi, serta membangun jembatan kerja sama dan koeksistensi manusia.
Baca selanjutnya>
























