Seminar di Pameran Buku Internasional Rabat Menyoroti Bahas Upaya MHM Promosikan Dialog Intra-Islam
.
Sebagai bagian dari program budaya di Pameran Buku Internasional Rabat edisi ke-30, Majelis Hukama Muslimin (MHM) menyelenggarakan seminar kedua, berjudul “Masalah Perpecahan Umat Menjadi Sunni dan Syiah”, Minggu (20/4/2025). Seminar ini dimoderatori oleh Dr. Mohamed Gamal, seorang peneliti di Kantor Pemulihan Warisan Al-Azhar. Hadir sebagai narasumber, Dr. Elias Mohamed Belka, Profesor di Universitas Sidi Mohamed Ben Abdellah di Fez dan Direktur Studi Strategis di Pusat Penelitian Perdamaian Al Hokama.
Membuka sesi seminar, Dr. Mohamed Gamal menekankan bahwa MHM, di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, tanpa lelah terus berupaya memperbaiki perpecahan di dalam negara Islam. Ia menyoroti seruan Imam Akbar pada 2022 untuk dialog intra-Islam yang bertujuan menolak pertikaian dan konflik sektarian serta menyatukan kembali berbagai mazhab pemikiran dalam Islam. Upaya ini memuncak pada edisi pertama Konferensi Dialog Intra-Islam, yang diadakan pada Februari 2025 di Kerajaan Bahrain dengan tema “One Ummah… One Shared Destiny.” Salah satu hasil pokok dari konferensi tersebut adalah Seruan Ahlul Kiblat—piagam komprehensif untuk persatuan dan rekonsiliasi dalam umat.
Dr. Elias Mohamed Belka, Profesor di Universitas Sidi Mohamed Ben Abdellah di Fez dan Direktur Studi Strategis di Pusat Penelitian Perdamaian Al Hokama, mengapresiasi upaya MHM, yang dipimpin Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, dalam menjembatani perpecahan di seluruh dunia Islam. Ia mencatat bahwa Pusat Al Hokama telah memberikan perhatian yang signifikan terhadap isu perpecahan sektarian, dan baru-baru ini menerbitkan sebuah buku berjudul "Masalah Perpecahan Umat Menjadi Sunni dan Syiah: Asal Usul dan Solusinya."
Lebih lanjut, Dr. Elias Mohamed Belka mencatat bahwa Al-Azhar dan MHM, yang sepenuhnya menyadari bahaya yang ditimbulkan oleh konflik internal, telah membentuk inisiatif penting untuk menyembuhkan keretakan tersebut. Di bawah kepemimpinan Imam Akbar, mereka mempelopori upaya-upaya inovatif seperti menyelenggarakan Konferensi Dialog Intra-Islam di Bahrain dan meluncurkan Seruan bagi Umat Kiblat: “One Ummah… One Shared Destiny.”
Di Pameran Buku Internasional Rabat, paviliun MHM memamerkan lebih dari 250 publikasi intelektual dan budaya yang beragam, termasuk beberapa terbitan terbaru Al Hokama Publishing tahun 2025 yang membahas isu-isu kontemporer yang mendesak. Paviliun ini juga menyelenggarakan berbagai kegiatan budaya dan intelektual, yang menampilkan para cendekiawan, pemikir, penulis, akademisi, dan profesor universitas terkemuka. Upaya ini mencerminkan visi dan misi MHM untuk mempromosikan perdamaian dan menumbuhkan nilai-nilai dialog, toleransi, dan koeksistensi manusia. Paviliun MHM terletak di Stand D47 di distrik Souissi, Rabat, ibu kota Maroko.