Sekjen MHM: Agama Bukan Alat untuk Perang, tetapi Pesan Perdamaian

Sekjen MHM: Agama Bukan Alat untuk Perang, tetapi Pesan Perdamaian

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Hukama Muslimin (MHM) Konselor Muhamed Abdelsalam menegaskan bahwa agama bukanlah sarana untuk menyulut perang, konflik, dan perselisihan. Agama diturunkan sebagai pesan perdamaian bagi keluarga besar manusia untuk hidup bersama dalam suasana aman, damai, dan stabil.

Baca selanjutnya>
Stan Pameran MHM di Frankfrut Dimeriahkan Diskusi Perang Melawan Rasisme

Stan Pameran MHM di Frankfrut Dimeriahkan Diskusi Perang Melawan Rasisme

Stan pameran Majelis Hukama Muslimin pada International Frankfrut Bookfair ke-74 terus dimeriahkan dengan serial diskusi. Terbaru, Minggu (23/10/2022), di sini digelar simposium budaya berjudul “Memerangi Rasisme: Sebuah Visi Analitis”

Baca selanjutnya>
Majelis Hukama Ikuti Forum Agama, Dialog, dan Perdamaian di Roma

Majelis Hukama Ikuti Forum Agama, Dialog, dan Perdamaian di Roma

Majelis Hukama Muslimin (MHM) akan ikut ambil bagian dalam Forum Agama, Dialog, dan Perdamaian di Ibukota Italia, Roma, 24 Oktober 2022.

Baca selanjutnya>
Guru Besar Universitas Munster: Dokumen Persaudaraan Manusia Terdepan dalam Dialog Muslim-Kristen

Guru Besar Universitas Munster: Dokumen Persaudaraan Manusia Terdepan dalam Dialog Muslim-Kristen

Guru Besar Teologi Ortodoks Universitas Münster Profesor Asaad Kattan mengapresiasi Dokumen Persaudaraan Manusia yang ditandatangani oleh Grand Syekh Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb dan pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus pada Februari 2019. Dia menila, dokumen itu adalah salah satu teks paling menonjol yang dihasilkan dalam sejarah dinamika dialog Muslim-Kristen.

Baca selanjutnya>
Ketua German-Moroccan Council: Al-Qur'an dan Hadis Dasar Praktik Koeksistensi

Ketua German-Moroccan Council: Al-Qur'an dan Hadis Dasar Praktik Koeksistensi

Ketua German-Moroccan Council Abdelmalek Hibaoui mengatakan bahwa umat Islam mempunyai landasan yang kuat dalam mempraktikan koeksistensi atau hidup berdampingan dalam keragaman.

Baca selanjutnya>