Guru Besar Universitas Munster: Dokumen Persaudaraan Manusia Terdepan dalam Dialog Muslim-Kristen
Guru Besar Teologi Ortodoks Universitas Münster Profesor Asaad Kattan bicara dalam Simposium "The Document on Human Fraternity An Arab Christian Reading"
Guru Besar Teologi Ortodoks Universitas Münster Profesor Asaad Kattan mengapresiasi Dokumen Persaudaraan Manusia yang ditandatangani oleh Grand Syekh Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb dan pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus pada Februari 2019. Dia menila, dokumen itu adalah salah satu teks paling menonjol yang dihasilkan dalam sejarah dinamika dialog Muslim-Kristen.
“Dokumen Persaudaraan Manusia adalah salah satu teks paling menonjol yang dihasilkan dalam dinamika dialog Islam-Kristen. Itu adalah teks yang kaya yang layak untuk direnungkan di setiap bagiannya,” terangnya saat menjadi pembicara pada simposium di paviliun Muslim Council of Elders pada Frankfurt International Book Fair, Jumat (21/10/2022). Simposium ini mengangkat tema "The Document on Human Fraternity An Arab Christian Reading"
Profesor Asaad Kattan mengacu pada kejeniusan Dokumen Persaudaraan Manusia dan penekanannya pada kebebasan manusia dalam keyakinan, pemikiran, ekspresi dan praktik. Kattan memuji teks dokumen tersebut, yang tidak hanya membenarkan persaudaraan manusia, tetapi juga menganggapnya sebagai aksioma yang berasal dari kepercayaan kepada Tuhan terlebih dahulu. Dari gagasan bahwa Tuhan menciptakan manusia yang setara dalam martabat, hak dan kewajiban, dan memanggil mereka untuk hidup sebagai saudara untuk "menghuni bumi”.
“Dokumen Persaudaraan Manusia membuktikan bahwa konvergensi agama Kristen dan Islam dalam hal-hal penting dan utama yang berkaitan dengan kebaikan manusia adalah fondasi yang kita bangun,” tegasnya.
Profesor teologi Ortodoks di Universitas Münster menunjukkan kejeniusan Dokumen Persaudaraan Manusia karena ia memposisikan ulang kebebasan manusia dan keragaman yang berasal darinya dalam kerangka ciptaan Tuhan atas seluruh umat manusia. Dia menekankan kebebasan manusia "dalam keyakinan, pemikiran, ekspresi dan praktik." Dari kebebasan ini muncul hak untuk berbeda yang mengarah pada keragaman, yang menurut Al-Qur'an adalah salah satu tujuan Tuhan dalam penciptaannya.
Majelis Hukama Muslimin (MHM) berpartisipasi untuk kali keempat dalam kegiatan Pameran Buku Internasional Frankfurt ke-74 tahun 2022, di Jerman. Pameran ini berlangsung dari 19 - 23 Oktober 2022 M.
Sesuai pesan Ketua MHM, Imam Akbar Ahmed Al-Tayeb, Grand Sheikh Al-Azhar Al-Sharif, keikutsertaan dalam pameran ini bertujuan untuk mempromosikan perdamaian, mengkonsolidasikan nilai-nilai dialog dan toleransi dan membangun jembatan kerja sama di antara manusia dari berbagai ras dan keyakinan.
Dalam pameran ini, MHM menempati stan di Hall 4, Booth No. (J22), di Pusat Pameran di Frankfurt, Jerman.