Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, menyayangkan dan menyampaikan kekhawatiran mendalam atas serangan udara yang dilakukan pasukan Israel di Lebanon selatan. Serangan itu telah mengakibatkan banyak kematian dan cedera.
Baca selanjutnya>Paviliun Majelis Hukama Muslimim (MHM) mengakhiri partisipasi pertamanya pada Pameran Buku Internasional Baghdad, 12 – 22 September 2024. MHM mendapat apresiasi luas atas upayanya dalam menyebarkan dan membangun budaya toleransi dan hidup berdampingan secara damai, membangun jembatan komunikasi, dialog, dan pemahaman, serta meningkatkan nilai-nilai dialog antar-Islam.
Baca selanjutnya>Paviliun Majelis Hukama Muslimin (MHM) pada Pameran Buku Internasional Baghdad mengakhiri program budayanya, yang berlangsung sepanjang acara, dengan seminar berjudul "Tindak Lanjut dan Gagasan tentang Dialog di Kalangan Umat Saat Ini dan Masa Depan", Minggu (22/9/2024). Seminar ini menghadirkan narasumber, Sheikh Jawad Al-Khalisi, seorang tokoh agama terkemuka di Irak, dan Dr. Samir Boudinar, Direktur Pusat Penelitian Perdamaian Al-Hokama.
Baca selanjutnya>Majelis Hukama Muslimini (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk mengintensifkan upaya bersama untuk menyebarkan budaya perdamaian, toleransi, dan hidup berdampingan antarmanusia dalam menanggapi perang, konflik, dan pertikaian yang terus berlangsung dan menelan banyak korban, cedera, serta menyebabkan orang-orang mengungsi dari rumah dan negara mereka.
Baca selanjutnya>Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (MHM), Konselor Mohamed Abdelsalam, menyoroti peran penting yang telah dimainkan para pemimpin agama sepanjang sejarah sebagai pemandu moral, yang mengarahkan umat manusia menuju hidup berdampingan secara damai. Ia mencatat bahwa mereka sangat penting dalam menegakkan kerangka moral masyarakat dan individu. Abdelsalam menekankan hubungan erat antara agama dan etika, menjelaskan bahwa banyak orang beragama melihat nilai-nilai moral mereka tidak dapat dipisahkan dari keyakinan mereka, yang menggarisbawahi pentingnya prinsip-prinsip agama dalam membentuk perilaku etis.
Baca selanjutnya>Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (MHM), Konselor Mohamed Abdelsalam, berpartisipasi dalam KTT Dunia Peraih Nobel Perdamaian di Meksiko, Jumat (19/9/2024). KTT tahun ini mengangkat tema "Perdamaian untuk Kemajuan: Jalan Menuju Kemakmuran Bersama."
Baca selanjutnya>Paviliun Majelis Hukama Muslimin pada Pameran Buku Internasional Baghdad menyelenggarakan seminar berjudul "Dialog Intra-Islam dan Tantangan Bersama", Jumat (20/9/2024). Seminar ini menghadirkan Syekh Dr. Mahmoud Abdulaziz Al-Ani (Presiden Dewan Cendekiawan Irak) dan Dr. Jawad Al-Khoei (Presiden Dar Al-Ilm lil Imam Al-Khoei). Selaku moderator, Dr. Samir Boudinar (Direktur Pusat Penelitian Perdamaian Al-Hokama).
Baca selanjutnya>Paviliun Majelis Hukaam Muslimin (MHM) pada Pameran Buku Internasional Baghdad kembali menggelar seminar pada Jumat (20/9/2024). Seminar ini mengangkat tema: "Tinjauan Buku Metodologi Al-Azhar" karya Grand Syekh Al Azhar yang juga MHM, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb. Hadir sebagai narasumber, Dr. Imad Al-Din Salam, seorang peneliti di Kantor Pemulihan Warisan Budaya Al-Azhar. Dia mengulas gagasan utama, konsep, dan visi komprehensif yang disajikan dalam buku tersebut.
Baca selanjutnya>Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM) yang juga Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, menyambut baik keputusan Majelis Umum PBB untuk mendukung resolusi yang diajukan oleh Negara Palestina. Majelis Umum PBB menuntut diakhirinya pendudukan Israel atas wilayah Palestina dalam waktu 12 bulan.
Baca selanjutnya>Paviliun Majelis Hukama Muslimin (MHM) di Pameran Buku Internasional Baghdad edisi ke-25 menyelenggarakan seminar berjudul "Dialog Intra-Islam dalam Pandangan Tujuan Syariah", Rabu (18/9/2024). Hadir sebagai narasumber, Profesor Saadi Al-Jumaili (Profesor Usul al-Fiqh dan mantan Dekan Fakultas Syariah di Universitas Irak, Baghdad) dan Dr. Mohamed Jamal (peneliti di Kantor Kebangkitan Warisan di Al-Azhar).
Baca selanjutnya>












