Peran Metodologi Al Azhar Promosikan Dialog dan Koeksistensi Dibahas dalam Seminar MHM di Pameran Buku Internasional Baghdad
Dr. Imad Al-Din Salam, seorang peneliti di Kantor Pemulihan Warisan Budaya Al-Azhar.
Paviliun Majelis Hukaam Muslimin (MHM) pada Pameran Buku Internasional Baghdad kembali menggelar seminar pada Jumat (20/9/2024). Seminar ini mengangkat tema: "Tinjauan Buku Metodologi Al-Azhar" karya Grand Syekh Al Azhar yang juga MHM, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb. Hadir sebagai narasumber, Dr. Imad Al-Din Salam, seorang peneliti di Kantor Pemulihan Warisan Budaya Al-Azhar. Dia mengulas gagasan utama, konsep, dan visi komprehensif yang disajikan dalam buku tersebut.
Dr. Imad Al-Din Salam memuji publikasi MHM, yang bertujuan mengoreksi kesalahpahaman, mempromosikan nilai-nilai toleransi dan koeksistensi, dan menyebarkan pendekatan pemikiran yang seimbang dan tercerahkan. Ia menunjukkan bahwa publikasi ini mencakup berbagai bidang, termasuk berbagai cabang studi Islam seperti Tafsir, Fiqih, Sirah, Usul, Kalam, Aqidah, dan pemikiran filosofis, di samping aspek budaya.
Dr. Salam menjelaskan bahwa Metodologi Al-Azhar ditulis Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb dengan gaya yang sederhana dan mudah dipahami. Ini untuk menunjukkan kepada para pembaca, terlepas dari latar belakang mereka yang beragam, pentingnya metodologi Azhary dan pengaruhnya dalam menstabilkan banyak masalah keagamaan, duniawi, dan sosial. Ia menegaskan bahwa metodologi ini secara konsisten menganjurkan moderasi, menjauhi ekstremisme, dan berupaya menyatukan Umat Islam melalui pendekatan rasional dan intelektual. Inilah inti ajaran Al-Azhar selama lebih dari seribu tahun, menjadikannya lembaga yang kokoh dan menjulang tinggi selama berabad-abad.
Dr. Salam menyimpulkan dengan mengutip pernyataan Imam Akbar dalam buku tersebut: "Tidak ada jalan keluar dari krisis kontemporer yang menimpa kita, orang-orang Arab dan Muslim, di antara seluruh ciptaan Tuhan, kecuali melalui dialog—hanya dialog. Dialog adalah satu-satunya solusi, baik antara Muslim sendiri maupun antara Muslim dan yang lain. Dialog adalah satu-satunya cara untuk menggagalkan rencana musuh umat, membongkar strategi perang generasi keempat, memulihkan kesadaran, dan menghidupkan kembali harapan untuk masa depan yang lebih baik dan kehidupan yang stabil dan damai."
MHM tahun ini berpartisipasi untuk pertama kalinya pada Pameran Buku Internasional Baghdad. Hal ini sejalan dengan misinya untuk mempromosikan perdamaian, mendorong dialog dan toleransi, serta membangun jembatan koeksistensi di antara orang-orang dari berbagai ras dan keyakinan. Paviliun, yang terletak di Aula Baghdad (Paviliun H2), memamerkan lebih dari 220 publikasi dalam lima bahasa, termasuk 24 terbitan baru yang membahas topik-topik intelektual dan budaya yang signifikan.
Selain itu, paviliun MHM juga menyelenggarakan serangkaian seminar dan ceramah yang menampilkan para pemikir, cendekiawan, dan akademisi terkemuka untuk membahas cara-cara meningkatkan dialog dan pemahaman di antara sekte-sekte Islam dan membangun jembatan komunikasi, yang bertujuan untuk kerja sama dan persatuan yang lebih besar di antara berbagai komponen negara Islam.