Ramadan Bulan Al-Qur'an
Dr Muchlis M Hanafi, MA (Direktur MHM kantor cabang Indonesia)
Ayat ke 185 surah Al-Baqarah memberikan gambaran yang sangat jelas tentang definisi bulan Ramadan, yaitu sebagai bulan diturunkannya Al-Qur'an yang menjadi petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang haq dan yang batil. Allah berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ (185) [البقرة/185]
Bukan hanya Al-Qur`an, hampir semua kitab suci diturunkan di bulan Ramadan. Al-Qur`an turun di bulan Ramadan untuk pertama kali pada malam yang sangat mulia, laylatul qadar. Malam itu penuh dengan keberkahan dan kedamaian. Mengapa Ramadan?
Di bulan Ramadan pelbagai amal ibadah diwajibkan dan dianjurkan. Berbagai sarana dan media peningkatan diri disiapkan Allah di bulan Ramadan. Agar manusia menjadi insan yang bertaqwa. Memiliki hati yang bersih dan jiwa yang suci, sehingga mudah menerima pantulan cahaya-cahaya Al-Qur`an. Sama halnya dengan pesawat televisi dengan reserver yang baik akan mudah menangkap siaran dari stasiun pemancar TV.
Pengantin sesungguhnya di bulan Ramadan adalah Al-Qur`an yang harus disambut dengan gegap gempita. Puasa dan berbagai amalan Ramadan lainnya adalah cara yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya untuk merayakan dan menyambut kedatangan sang pengantin. Oleh karenanya, setelah memperkenalkan Ramadan sebagai bulan Al-Qur`an ayat 185 di atas menyebutkan perintah bagi siapa pun untuk melakukan puasa (faman syahida minkum al-syahra falyashumhu).
Di bulan Ramadan Rasulullah begitu sangat dekat dengan Al-Qur`an. Setiap malam Malaikat Jibril menjumpainya, bertadarus Al-Qur`an dengannya. Demikian pula para sahabat, tabi`in dan ulama al-salaf al-shalih. Bacaan Al-Qur`an dalam shalat malam pun panjang-panjang. Setiap hari mereka khatamkan Al-Qur`an. Al-Qur`an diperlakukan bagaikan surat cinta dari sang kekasih. Al-Qur`an adalah hidangan Tuhan. Setiap kita diundang untuk mencicipinya.
Oleh karenanya, mari kita hidupkan Ramadan dengan Al-Qur`an. Dengan membacanya; mendengarkan bacaannya; menghafalkan ayat-ayatnya; mentadabburi maknanya; mengamalkan isi kandungannya; dan mendakwahkan ajarannya. Semoga hati kita disinari oleh cahaya Al-Qur`an, sehingga mampu menebar rasa aman, kebaikan dan kedamaian sesauai pesan Al-Qur`an.