Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, mengecam keras serangan yang dilakukan oleh pemukim Israel terhadap sejumlah desa di Tepi Barat serta pembakaran sebuah masjid di kota Tulkarm. MHM menganggap kejahatan ini sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kesucian tempat ibadah, provokasi terhadap sentimen umat Muslim, dan eskalasi berbahaya yang memicu siklus kekerasan dan ekstremisme serta merusak prospek perdamaian dan stabilitas.
Baca selanjutnya>Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, mengecam keras serangan rudal dan drone Iran yang kembali terjadi dan menargetkan Kerajaan Bahrain, Negara Kuwait, dan Kerajaan Hashemite Yordania. MHM menegaskan kembali penolakannya yang tegas terhadap semua tindakan yang merusak kedaulatan negara, mengancam keamanan dan stabilitasnya, atau membahayakan warga sipil dan infrastruktur vital.
Baca selanjutnya>Grand Syekh Al Azhar yang juga Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM), Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, Senin (20/7/2026), menerima Presiden Montenegro Jakov Milatović, dan Ibu Negara Montenegro. Pertemuan kedua tokoh ini membahas upaya memperkuat kerja sama antarpihak.
Baca selanjutnya>Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, mengecam keras pernyataan kelompok Houthi terhadap Kerajaan Arab Saudi berupa ancaman yang menargetkan navigasi maritim.
Baca selanjutnya>Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, menegaskan bahwa peringatan dua belas tahun berdiri lembaga ini menandai tonggak penting dan kesempatan untuk memperbarui komitmen dalam memajukan misi global untuk mempromosikan dialog, menumbuhkan nilai-nilai persaudaraan manusia, memperkuat persatuan dunia Muslim, menyebarkan budaya perdamaian dan hidup berdampingan, mengoreksi kesalahpahaman, memerangi ujaran kebencian, intoleransi, ekstremisme, dan Islamofobia, serta memperkuat peran para pemimpin agama dalam mengatasi tantangan kemanusiaan dan intelektual kontemporer.
Baca selanjutnya>



















