Langkah-langkah Memperkuat Persaudaran
M. Arifin, MA (Kepala Divisi Terjemah dan Publikasi MHM Cabang Indonesia, Anggota Dai Kebangsaan)
Ada beberapa Langkah yang bisa kita lakukan agar persaudaraan sesama kita bisa semakin kuat dan terjaga. Persaudaraan ini bukan hanya persaudaraan antarsesama umat Islam atau pemeluk agama yang sama, tapi juga dengan saudara kita lainnya yang berbeda keyakinan.
Apa yang perlu kita lakukan? Pertama, tutup aibnya. Tidak ada orang di dunia ini yang tidak punya kekurangan, tidak punya aib. Oleh karena itu, kalau kita semakin memperhatikan aib orang, semakin melihat orang dari sisi negatifnya, dari kekurangannya, tentu itu akan menimbulkan hal negative. Sebab, kita juga tidak bebas dari aib yang sama dengan yang dimiliki orang lain.
Boleh jadi ketika kita membuat aib orang, orang lain juga akan membuka aib kita. Karena itu, Rasulullah saw dan Al-Qur’an melarang kita melakukan hal seperti itu.
Kedua, mudah memaafkan kesalahan orang. Dengan memaafkan kesalahan orang lain, justru kita akan mendapatkan ketenangan batin. Semakin kita simpan dalam hati kita, rasa benci, rasa dongkol, rasa dendam terhadap kesalahan orang lain yang mungkin pernah menyakiti kita, itu sebenarnya kita sendiri yang terbebani dengan perasaan hati kita. Oleh karena itu, dengan memaafkan kita akan bisa merasakan kebahagiaan. Yang paling beruntung adalah kita sendiri, bukan orang lain.
Ketiga, agar persudaraan semakin kuat, kita juga perlu saling membantu, perlu memenuhi kebutuhan yang dibutuhkan orang lain. Dalam satu hadis disebutkan bahwa orang yang membantu kesulitan saudaranya akan dibantu Allah kelak di Akhirat ketika kita mengalami kesulitan. Semua orang di Akhirat nanti mengalami kesulitan. Siapa yang akan membebaskan kita dari kesulitan itu? Hanya Allah yang bisa membantu kita. Carannya adalah saat ini kita bantu orang-orang yang butuh bantuan itu. Orang yang punya utang misalnya, kita bantu untuk membayarkan utangnya. Orang yang tidak bisa makan, kita beri makan agar kita juga mendapat bantuan pada saat kita merasakan kesulitan terutama pada Hari Kiamat.