Lailatul Qadar dan Pesan Damai
M Cholil Nafis, MA, Ph.D (Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwwah)
Hal yang tidak ada di bulan lain, hanya ada di Ramadan, adalah Lailatul Qadar, malam agung, malam penentuan. Sebab, ada pahala yang dilipatgandakan Allah. Ibadah satu malam lebih baik dari 1.000 bulan. Artinya, waktu yang sebentar itu, hanya semalam, kualitas ibadah kita melebihi dari seluruh umur kita.
Mungkin umur umat Nabi Muhammad, antara 60 – 70 tahun. Sementara malam ini lebih baik dari 83 tahun. Jadi lebih baik, bukan sama. Artinya, kita mendapat kualitas hidup, mendekatkan diri dan ibadah kepada Allah dengan cara yang baik, efektif; satu malam.
Ini menggambarkan bagaimana kehidupan harus efektif untuk kita bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik; tentu tidak lain kecuali karena ma’unah (pertolongan) dari Allah. Maka disebutkan dalam Surat Al-Qadar.
Allah Swt berfirman:
تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar. (Al-Qadr [97]: 4 - 5)
Artinya, hidup ini pada dasarnya dianggap sukses kalau kita bisa damai. Maka Islam itu damai. Salam itu damai.
المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده
Orang Islam yang baik adalah orang umat Islam lainnya terjaga dari laku tidak baik lidah dan tangannya. Dia adalah orang yang bisa menjaga tindakannya dan ucapannya.
Dalam konteks Ramadan, maka jagalah kedamaian. Pesan damai harus kita lakukan.
Di Ramadan 1445 H, tampak kedamaian ada di awal Ramadan bersamaan dengan awal spiritual umat Islam dan ada hari besar umat lain, yaitu Nyepi. Karena itu kita bersama membangun kedamaian Indonesia, bhinneka tunggal ika. Perbedaan itu niscaya. Sehingga menjadi keniscayaan kita hidup bersama, tapi tetap pada prinsip masing-masing dan toleransi atas perbedaan orang lain.
Kebahagiaan yang hakiki manakala ada kedamaian. Kesuksesan hidup manakala kita bisa mencapai kedamaian. Di tempat manapun yang tak damai, kita tidak bisa hidup sempurna dan tidak bisa sempurna menjalankan ajaran agama.