Keistimewaan Bulan Ramadan
Direktur MHM kantor cabang Indonesia Muchlis M Hanafi
Umat Islam di seluruh dunia saat ini menjalani ibadah di Bulan Ramadan. Kita bersyukur Allah masih memperkenakan kita bertemu dengan bulan Ramadan. Salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, Dia menyediakan waktu-waktu tertentu agar manusia lebih dekat kepada-Nya. Di antaranya, bulan Ramadan. Bila hari jumat adalah hari terbaik dalam seminggu, Ramadan adalah bulan terbaik dan istimewa dalam setahun.
Di antara keistimewaan Ramadan, bulan ini dipilih sebagai bulan diturunkannya Al-Qur`an pertama kali. Bahkan, semua kitab suci yang diturunkan kepada para nabi (shuhuf Ibrahim, Tawrat, Zabur dan Injil) diturunkan di bulan Ramadan. Di bulan ini, umat Islam, sebagaimana umat-umat terdahulu, diwajibkan menjalankan salah satu rukun Islam, yaitu ibadah puasa (al-shawm/al-shiyam).
Esensi puasa adalah pengendalian diri (al-imsâk). Bukan hanya dari makan, minum dan hubungan seksual di siang hari, tetapi juga mengendalikan diri dari tarikan dan godaan hawa nafsu. Yang berpuasa tidak boleh marah, berbohong, menipu dan perilaku buruk lainnya. Nabi SAW mengingatkan, Puasa seseorang tidak akan bermakna apa-apa, bila pelakunya masih berlaku maksiat, jahat dan tidak berkhlak.
Rahmat dan magfirah Allah berlimpah. Pintu-pintu kebaikan terbuka luas. Pahala amal ibadah dilipatgandakan. Semua itu adalah fasilitas jalan menuju Allah. Untuk menemukan jati diri, dalam rangka menjadi “manusia Rabbani”. Manusia yang mewarisi sifat-sifat ketuhanan yang indah, baik dan benar. Sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Melalui ibadah Ramadan, Allah menghendaki agar kita menjadi manusia yang bersih dan suci; bersih dari segala dosa, suci hati dan pikirannya. Oleh karenanya, mari kita manfaatkan kehadiran Ramadan dengan banyak bertobat kepada-Nya; mengisi hati dengan dzikrullah; membasahi lisan dengan tilawatul qur`an; menghiasi diri dengan akhlakul karimah. Semoga kita kita menjadi hamba yang terbaik di hadapan Allah, manusia dan alam semesta.