Islam dan Pelestarian Lingkungan
Dr. Iffah Umniati, MA (Pengrus LBMNU dan Dosen Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Jakarta)
Kita berada di tempat di mana bumi sedang tidak baik-baik saja. Kita berada di lingkungan di mana lingkungan kita sedang tidak baik-baik saja. Kita melihat dan menyaksikan sendiri bencana di mana-mana.
Allah sudah menegaskan bahwa kerusakan terjadi di mana-mana adalah akibat ulah manusia. Allah berfirman:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Ar-Rūm [30]:41)
Kerusakan yang terjadi di daratan maupun lautan adalah akibat ulah manusia. Ini sebenarnya adalah perilaku penyimpangan terhadap keimanan kita. Allah sudah menjelaskan bahwa makhluk hidup, laut, hutan adalah ciptaan Allah. Sebagai manusia, tugas kita adalah menjaga. Kita punya tanggung jawab ekologis, ketika dikatakan bahwa Allah lah yang menciptakan seluruh makhluk hidup.
Allah berfirman:
الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ مَهْدًا وَّجَعَلَ لَكُمْ فِيْهَا سُبُلًا لَّعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ ۚ
(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai tempat menetap bagimu dan menjadikan jalan-jalan di atasnya untukmu agar kamu mendapat petunjuk. (Az-Zukhruf [43]:10)
Allah yang menciptakan bumi dan menjadikannya sebagai jalan dan tempat berlindung. Allah berfirman
وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ
…Berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Al-Qaṣaṣ [28]:77)
Maka berbuat lah baik sebagaimana Alalh telah berbuat baik kepada kalian dengan menciptakan makhluk hidup, menciptakan tumbuhan, daratan, dan lautan.
Ini adalah perintah untuk berbuat baik, bukan hanya kepada sesama manusia. Atau berbuat baik dalam arti hanya beribadah kepada Allah, tetapi juga berbuat baik kepada lingkungan dan alam. Sebab, Allah lah yang menciptakan alam untuk kita dan kita mempunyai kewajiban ekologi
Kedua, jangan membuat kerusakan di bumi. Ini adalah larangan Allah setelah memerintahkan agar berbuat baik kepada alam. Kerusakan yang ada adalah akibat manusia. Padahal itu adalah larangan Allah yang sangat jelas
Ketiga, janganlah bersikap berlebih-lebihan. Allah berfirman:
وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيْرًا
…. Janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. (Al-Isrā' [17]:26).
Ini adalah perintah untuk bergaya hidup hemat. Jika sebagai muslim kita memperhatikan tiga hal ini, memperhatikan lingkungan kita, Insya Allah kerusakan, bencana alam akibat ulah manusia bisa dihindari.
Mari momen Ramadan yang mulia ini kita jadikan untuk bercermin; apakah kita sudah mengikuti tiga hal yang diperintahkan Allah; apakah kita sudah berbuat baik kepada lingkungan; apakah perilaku keseharian kita menyebabkan kerusakan alam; apakah kita sudah berupaya bergaya hidup hemat sebagaimana Allah perintahkan.