Hikmah Nuzulul Qur’an
Prof. Dr. Oman Fathurahman, M.Hum (Guru Besar Filologi UIN Syarif Hidayatullah, Pengampu Ngariksa, Pengasuh Pesantren Al Hamidiyah)
Di dalam Al-Qur'an, kita mengetahui bahwa bulan suci Ramadan adalah bulan di mana diturunkan Al-Qur'an. Allah berfirman,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ
Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). (Al-Baqarah [2]:185)
Ramadan, bulan diturunkan Al-Qur'an sebagai manual atau petunjuk bagi kita untuk bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Hudan lin-Naas, bukan hanya untuk sekelompok umat, tapi seluruh umat manusia.
Salah satu pesan moral Al-Qur'an yang sangat dalam adalah soal akhlak. Al-Qur'an menuntun kita supaya kita bisa bermoral atau berakhlak yang baik keada semesta, berakhlak kepada sesama, berakhlak kepada tumbuh-tumbuhan, kepada hewan dan itu sudah dicontohkan Rasulullah
Bulan suci Ramadan artinya adalah bulan bagaimana kita diberi kesempatan untuk menjadi seseorang yang berakhlak dan berintegritas. di dalam Al-Qur'an, Rasulullah juga digambarkan sebagai orang yang sangat berakhlak. Allah berfirman:
وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ
Sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung. (Al-Qalam [68]:4)
Oleh karenanya, di dalam bulan suci Ramadan ini dengan banyak membaca Al-Qur'an, banyak memahami makna Al-Qur'an dan mungkin bagi sebagian menjelaskan tafsir Al-Qur'an, mudah-mudahan itu bisa menjadi jalan bagi kita mendapatkan petunjuk sehingga bisa membedakan dalam situasi sekarang ini mana yang baik dan buruk; apakah kita cukup bekal menjadi orang yang berintegritas.
Mudah-mudahan dalam bulan suci Ramadan ini kita dapat memanfaatkan momentum khususnya dengan turunnya Al-Qur'an sebagai petunjuk buat kita.