Sekjen Majelis Hukama Muslimin (MHM), Konselor Mohamed Abdelsalam mewakili Ketua dan Anggota MHM, menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada Paus Fransiskus, Paus Gereja Katolik, atas meninggalnya Kardinal Miguel Ángel Ayuso, Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama.
Baca selanjutnya>Majelis Hukama Muslim (MHM), yang dipimpin Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, menegaskan bahwa perempuan adalah mitra mendasar dalam pembangunan dan kemajuan bangsa. Peran perempuan sangat penting untuk membentuk masa kini dan masa depan masyarakat.
Baca selanjutnya>Grand Syekh Al Azhar yang juga Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM), Imam Akbar Prof. Dr. Al-Tayeb menyambut kedatangan Ibu Negara Kolombia Verónica, Minggu (24/11/2024). Imam Akbar menyampaikan penghargaannya yang mendalam kepada Kolombia.
Baca selanjutnya>Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, menggarisbawahi bahwa anak-anak mewakili harapan sejati bagi masa depan umat manusia. Melindungi hak-hak mereka bukan hanya kewajiban sosial tetapi tanggung jawab agama dan tugas etika yang membutuhkan upaya internasional yang terpadu dan intensif untuk mengatasi krisis yang memengaruhi anak-anak, khususnya di wilayah yang dilanda perang, konflik, dan bencana alam. Anak-anak ini mengalami kondisi kehidupan yang keras yang mengancam kesejahteraan mereka dan merampas hak-hak dasar mereka atas keselamatan, perlindungan, pendidikan, dan perawatan kesehatan.
Baca selanjutnya>Hari ketujuh Paviliun Iman di COP29 menampilkan serangkaian sesi dialog yang berfokus pada pengintegrasian nilai-nilai agama dan upaya ilmiah untuk mengatasi tantangan iklim, Rabu (21/11/2024). Diskusi menyoroti dampak perubahan iklim pada masyarakat, khususnya di wilayah rawan bencana seperti Pasifik dan Amazon.
Baca selanjutnya>Paviliun Iman menyelenggarakan serangkaian sesi dialog pada hari keenam COP29, Selasa (19/11/2024). Seminar membahas berbagai isu utama terkait krisis iklim. Diskusi tersebut menekankan pentingnya meningkatkan tata kelola Bumi untuk mencapai masa depan yang berkelanjutan, menerapkan solusi berbasis alam yang efektif, beralih ke sistem pangan yang berkelanjutan, dan mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan aksi iklim.
Baca selanjutnya>Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (MHM), Konselor Mohamed Abdelsalam, menegaskan bahwa Paviliun Iman di konferensi COP28 dan COP29 merupakan prakarsa bersejarah. Ini telah menunjukkan bahwa iman tidak boleh terbatas pada praktik keagamaan tradisional tetapi harus terlibat secara aktif dalam mengatasi tantangan besar yang dihadapi umat manusia, terutama krisis iklim. Ia mencatat bahwa dialog antaragama dapat menyatukan upaya untuk mencapai perdamaian, membina persaudaraan, dan memfasilitasi tindakan kolaboratif untuk melindungi planet Bumi dan memastikan masa depan yang aman dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Baca selanjutnya>Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin, Konselor Mohamed Abdelsalam, bertemu CEO Biara Shaolin, Shi Yongxin, di sela-sela COP29 di Baku, Azerbaijan, Minggu (17/11/2024). Keduanya berdiskusi tentang pentingnya menyatukan upaya para pemimpin agama untuk mengatasi tantangan global, dengan perubahan iklim sebagai fokus utama.
Baca selanjutnya>Paviliun Majelis Hukama Muslimin (MHM) di Pameran Buku Internasional Sharjah ke-43 menyelenggarakan seminar berjudul "Dialog Intra-Islam: Tantangan dan Prospek untuk Meraih Persatuan", Minggu (17/11/2024). Seminar menghadirkan dua narasumber, yaitu: Dr. Ahmad Abdul Aziz Al-Haddad (anggota MHM, Mufti Senior di Departemen Fatwa di Dubai, dan anggota Dewan Fatwa UEA), bersama Dr. Ridwan Al-Sayyid (Dekan Fakultas Studi Pascasarjana dan Penelitian Ilmiah di Universitas Humaniora Mohamed bin Zayed). Diskusi tersebut dimoderatori oleh Khalifa Khalid, peserta The Emerging Peacemakers Forum.
Baca selanjutnya>Paviliun Iman kembali menggelar serangkaian diskusi pada hari kelima COP29 di Baku, Azerbaijan, Minggu (17/11/2024). Diskusi ini membahas tantangan mendesak yang ditimbulkan perubahan iklim. Sesi-sesi tersebut menekankan pentingnya meningkatkan transparansi dalam aksi iklim global dan menganjurkan penyatuan upaya oleh komunitas agama untuk mencapai hasil nyata dalam mengatasi krisis lingkungan.
Baca selanjutnya>












