Majelis Hukama Muslimin (MHM) yang diketuai oleh Grand Shekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb menegaskan perlunya menolak segala bentuk kekerasan dan penindasan terhadap perempuan di seluruh penjuru dunia. MHM mengajak semua pihak untuk melakukan aksi nyata dalam meningkatkan kesadaran terhadap hak-hak kaum perempuan dan mencegah segala bentuk kekerasan.
Baca selanjutnya>Majelis Hukama Muslimin (MHM) menyambut baik tercapainya kesepakatan jeda pertempuran di Jalur Gaza. Dalam keterangan persnya, Rabu (23/11/2023), MHM mengajak masyarakat internasional untuk mengambil langkah-langkah serius guna memberi kepada rakyat Palestina haknya yang dijamin undang-undang, terutama hak untuk merdeka dan berdaulat sebagai negara dengan Yerusalem sebagai ibukotanya.
Baca selanjutnya>Majelis Hukama Muslimin (MHM) menyampaikan seruan kemanusiaan pada momentum Hari Anak Sedunia yang diperingati setiap 20 November. MHM menyerukan komunitas internasional untuk menghentikan pertumpahan darah di Gaza serta melindungi anak-anak dan warga sipil dari akibat perang dan konflik.
Baca selanjutnya>Majelis Hukama Muslimin (MHM) mengutuk keras pemboman yang dilakukan pendudukan Israel terhadap Sekolah Al-Fakhoura, yang berafiliasi dengan UNRWA, serta Sekolah Tal Al-Zaatar. MHM juga mengecam agresi berkelanjutan terhadap rumah sakit dan rumah warga sipil tak berdosa yang telah menyebabkan puluhan korban jiwa dan luka-luka. Bahkan, mayoritas adalah perempuan dan anak-anak.
Baca selanjutnya>Majelis Hukama Muslimin (MHM) yang diketuai Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, menyerukan kepada dunia untuk berupaya meningkatkan nilai-nilai dialog, toleransi, dan koeksistensi (hidup berdampingan) dalam menanggapi ekstremisme dan kebencian, serta wacana yang bias dan diskriminatif. MHM menegaskan dukungannya terhadap setiap upaya tulus yang bertujuan memajukan perdamaian, hidup berdampingan, dan mengatasi perang, konflik, dan krisis kemanusiaan yang melanda dunia saat ini.
Baca selanjutnya>Pertemuan Puncak Pemimpin dan Pemuka Agama di Abu Dhabi menghasilkan 'Deklarasi Abu Dhabi'. Ada 10 poin utama yang dirumuskan oleh para pemuka agama terkait perubahan iklim.
Baca selanjutnya>Uni Emirat Arab menjadi tuan rumah Pertemuan Puncak Pemimpin dan Pemuka Agama Dunia, 6 – 7 November 2023. Konferensi internasional ini berlangsung di bawah pembinaan Presiden Uni Emirat Arab, Syeikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan yang ikut menyaksikan pembukaan dan penandatanganan ‘Deklarasi Abu Dhabi tentang Perubahan Iklim’.
Baca selanjutnya>Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA) Syekh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Selasa (7/12/2023), menerima pemimpin dan pemuka agama dari berbagai negeri. Mereka adalah tamu undangan yang hadir dan ikut serta dalam Pertemuan Puncak Pemimpin dan Pemuka Agama Dunia di Abu Dhabi, 6 dan 7 November 2023.
Baca selanjutnya>Majelis Hukama Muslimin (MHM) memberikan perhatian khusus terhadap dampak perubahan iklim. Sejumlah upaya telah dilakukan dalam tiga tahun terakhir untuk bersama-sama mendukung Aksi Iklim. Aksi ini menjadi bagian dari upaya MHM dalam ikut serta merawat planet Bumi mencegah dampak yang semakin parah dari perubahan iklim.
Baca selanjutnya>Para pemimpin dan perwakilan dari semua agama besar dunia berkumpul di Abu Dhabi untuk mengikuti KTT Agama dan Perubahan Iklim Dunia. Forum ini akan berlangung pada 6 – 7 November 2023 di Abu Dhabi, di bawah supervisi Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Syeikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
Baca selanjutnya>












