KTT Agama dan Perubahan Iklim Dunia Digelar di Abu Dhabi 6 November 2023
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Agama dan Perubahan Iklim Dunia
Para pemimpin dan perwakilan dari semua agama besar dunia berkumpul di Abu Dhabi untuk mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Agama dan Perubahan Iklim Dunia. Forum ini akan berlangung pada 6 – 7 November 2023 di Abu Dhabi, di bawah supervisi Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Syeikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
KTT akan menggarisbawahi peran penting komunitas agama dan lembaga keagamaan dalam mengatasi kondisi darurat atas dampak perubahan iklim. Menjelang KTT ini, para pemimpin agama tingkat tinggi yang mewakili lebih dari 30 agama beserta akademisi, pakar lingkungan hidup, pemuda, pemimpin perempuan, dan kelompok masyarakat adat, sedang menyelesaikan proses kolaboratif selama berbulan-bulan untuk menyampaikan deklarasi terpadu yang ambisius mengenai aksi atas dampak perubahan iklim.
Delarasi ini akan ditandatangani oleh tokoh agama terkemuka selama pertemuan puncak KTT Agama dan Perubahan Iklim Dunia. Menyadari bahwa lebih dari 84% populasi dunia menganut suatu agama, Deklarasi ini akan memobilisasi pengaruh kolektif perwakilan agama, komunitas, dan lembaga keagamaan di seluruh dunia untuk menginspirasi umat manusia guna mencapai keadilan iklim.
KTT selama dua hari ini diselenggarakan oleh Majelis Hukama Muslimin (MHM) bekerja sama dengan Presidensi COP28 dan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP).
“Inklusi adalah inti dari Kepresidenan COP kami – komunitas dan organisasi berbasis agama memainkan peran penting dalam membantu dunia mengatasi perubahan iklim. Kami bertujuan untuk memastikan bahwa COP28 memperkuat seruan tindakan dari para pemimpin agama global kepada banyak komunitas di dunia untuk mendorong dan terlibat dalam aksi mengatasi dampak perubahan iklim,” terang Presiden COP28, Dr. Sultan Al Jaber, sebagaimana dikutip dalam siaran pers MHM, Sabtu (4/11/2023).
Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal MHM Konselor Mohamed Abdelsalam. “Kami menantikan acara penting ini, yang akan membahas kolaborasi antara agama dan sains dan memperkuat suara para pemimpin agama dan komunitas agama dalam menyelamatkan masa depan planet kita, melakukan mitigasi dampak negatif perubahan iklim, dan memastikan transisi energi yang adil,” ujarnya.
Kepala Departemen Dialog Antaragama Tahta Suci (Vatikan), Kardinal Miguel Angel Ayuso, menambahkan, “Kami semua peserta – yang mewakili berbagai agama dan latar belakang – menyadari bahwa kami memiliki tanggung jawab moral dan agama untuk membentuk etika agama, merawat bumi - rumah kita bersama. Pertemuan puncak ini, yang mempertemukan para petinggi dan akar rumput, merupakan seruan bagi seluruh umat manusia untuk menjaga alam.”
KTT Agama dan Perubagan Iklim Dunia berlangsung dari 6 - 7 November 2023. KTT ini diadakan menjelang Konferensi Para Pihak ke-28 (COP28), yang akan diselenggarakan oleh Uni Emirat Arab dari 30 November hingga 12 Desember 2023. Selama COP28, MHM bekerja sama dengan Kepresidenan COP28, UNEP, dan koalisi mitra agama, akan menjadi tuan rumah Paviliun Iman. Ini adalah Paviliun Iman kali pertama sepanjang sejarah penyelenggaraan COP.
Platform perintis ini dirancang untuk menjadi titik fokus dalam mendorong kolaborasi dan keterlibatan antaragama yang lebih bermakna, dengan tujuan akhir untuk mengkatalisasi aksi iklim yang efektif dan ambisius.
COP28 UEA diperkirakan akan dihadiri lebih dari 70.000 peserta, termasuk kepala negara, pejabat pemerintah, pemimpin industri internasional, perwakilan sektor swasta, akademisi, pakar, pemuda, dan aktor non-pemerintahan. Sebagaimana diamanatkan oleh Perjanjian Iklim Paris, COP28 UEA akan melaksanakan Inventarisasi Global yang pertama – sebuah evaluasi komprehensif terhadap kemajuan dalam mencapai tujuan iklim. UEA akan memimpin proses agar semua pihak menyepakati peta jalan yang jelas untuk mempercepat kemajuan melalui transisi energi global yang pragmatis dan pendekatan “tidak meninggalkan siapa pun” menuju aksi iklim yang inklusif.