Hari Anak Sedunia, MHM Serukan Pelindungan Anak dari Akibat Perang dan Konflik
Hari Anak Sedunia
Majelis Hukama Muslimin (MHM) menyampaikan seruan kemanusiaan pada momentum Hari Anak Sedunia yang diperingati setiap 20 November. MHM menyerukan komunitas internasional untuk menghentikan pertumpahan darah di Gaza serta melindungi anak-anak dan warga sipil dari akibat perang dan konflik.
“Majelis Hukama Muslimin di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, menyerukan perlindungan mendesak agar anak-anak tidak menjadi korban perang dan konflik yang terjadi di dunia saat ini,” demikian pernyataan resmi MHM dalam peringatan Hari Anak Sedunia, Senin (20/11/2023).
MHM menekankan bahwa peningkatan tindak kekerasan di banyak wilayah di seluruh dunia, terutama agresi Israel di Gaza, telah mengakibatkan ribuan korban anak-anak, banyak orang yang terluka, dan banyak keluarga yang kehilangan rumah. Perang juga menggangu pemenuhan kebutuhan dasar sehingga menyebabkan kondisi kemanusiaan yang menantang.
“Majelis Hukama Muslimin menggarisbawahi perlunya menghentikan peningkatan kekerasan yang berdampak pada anak-anak secara global,” jelasnya.
MHM secara khusus mengutuk agresi Israel di Gaza, dan mengungkapkan keprihatinan atas hilangnya nyawa, cedera, dan situasi kemanusiaan mengerikan yang dihadapi anak-anak.
Pernyataan MHM juga menekankan bahwa peringatan Hari Anak Sedunia harus menjadi pengingat masyarakat internasional akan tanggung jawab untuk memberikan perawatan dan perlindungan bagi anak-anak, mengakhiri segala bentuk risiko dan kondisi kemanusiaan sulit yang mungkin mereka hadapi. Masyarakat internasional juga bertanggang jawab menjaga martabat kemanusiaan anak-anak berdasarkan pada hakikat kemanusiaan, tanggung jawab agama, dan juga norma etika.
Merujuk pada Dokumen Persaudaraan Manusia yang ditandatangani bersama oleh Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb dan Paus Fransiskus dari Gereja Katolik, di Abu Dhabi pada tahun 2019, MHM menegaskan hak-hak dasar anak-anak, termasuk pengasuhan, gizi, pendidikan, dan perawatan. Memenuhi semua itu merupakan tugas dan tanggung jawab keluarga dan masyarakat.
“Konvensi ini juga menekankan pentingnya menjamin hak-hak ini bagi setiap anak dan mengutuk segala praktik yang membahayakan martabat atau melanggar hak-hak mereka,” paparnya.
MHM mengapresiasi langkah Uni Emirat Arab yang telah menampung sekitar 1.000 anak-anak Palestina dari Gaza bersama keluarga mereka. Pemerintah UEA juga memberikan perawatan medis dan layanan kesehatan.
MHM juga memuji langkah Mesir yang telah menerima bayi baru lahir dari Gaza, dan memastikan layanan kesehatan yang layak bagi mereka. MHM meminta masyarakat internasional untuk memenuhi tanggung jawabnya dan menghentikan pertumpahan darah terhadap anak-anak dan perempuan di Gaza.