Dalam Percakapan Telepon, Grand Syekh Al-Azhar dan Presiden UEA Bahas Upaya Memajukan Nilai Dialog dan Koeksistensi
.
Presiden Uni Emirat Arab Syekh Mohamed bin Zayed Al Nahyan dan Grand Syekh Al-Azhar yang juga Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM), Imam Akbar Profesor Dr. Ahmed Al-Tayeb, melakukan percakapan melalui sambungan telepon, Selasa (10/2/2026). Kedua tokoh ini membahas inisiatif bersama yang sedang berlangsung dan yang akan datang antara lembaga-lembaga Uni Emirat Arab dan Al-Azhar.
Percakapan tersebut khususnya berfokus pada upaya untuk mempromosikan nilai-nilai hidup berdampingan (koeksistensi) dan dialog di antara berbagai bangsa dan budaya. Ini merupakan upaya yang berkontribusi untuk memperkuat perdamaian dan stabilitas di seluruh kawasan dan dunia yang lebih luas.
Kedua pemimpin juga saling bertukar salam hangat menjelang bulan suci Ramadan. Keduanya saling mendoakan, semoga Allah SWT menjadikan Ramadan penuh berkah dan kebaikan bagi Uni Emirat Arab dan Republik Arab Mesir, dan bagi seluruh umat manusia, serta membawa perdamaian dan stabilitas.
Imam Akbar Ahmed Al Tayeb menyampaikan terima kasih yang tulus dan penghargaan yang mendalam kepada Syekh Mohamed bin Zayed Al Nahyan atas dukungan berkelanjutan UEA untuk Al-Azhar dan misi globalnya. Imam Akbar berdoa semoga Allah melindungi Syekh Mohamed bin Zayed Al Nahyan dan menganugerahi UEA dan rakyatnya kemajuan, kemakmuran, dan kesejahteraan yang berkelanjutan.
Imam Akbar juga menggarisbawahi pentingnya Zayed Award for Human Fraternity dan peran vitalnya dalam mengenali dan menghargai upaya di seluruh dunia yang mempromosikan koeksistensi, kerja sama, dialog, dan persaudaraan manusia.
Sementara itu, Syekh Mohamed bin Zayed Al Nahyan juga menyampaikan apresiasinya kepada Grand Syekh Al Azhar, Imam Besar Ahmed Al Tayeb. Syekh Mohamed bin Zayed Al Nahyanmemuji peran penting Imam Akbar dan Al-Azhar mainkan dalam menyampaikan pesan Islam yang benar dan mulia, memupuk persaudaraan dan perdamaian, serta melawan kesalahpahaman yang dipromosikan oleh mereka yang berusaha mendistorsi citra agama. Syekh Mohamed bin Zayed Al Nahyan juga menyoroti ikatan keilmuan, spiritual, dan historis yang mendalam yang menghubungkan rakyat UEA dengan Al-Azhar dan para ulama terkemukanya.