Sekjen MHM Sambut delegasi Dewan Gereja Afrika Selatan, Bahas Peran Pemimpin Agama Bina Perdamaian Global
.
Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (MHM), Konselor Mohamed Abdelsalam, menyambut kedatangan delegasi Dewan Gereja Afrika Selatan di kantor pusat MHM di Abu Dhabi, Rabu (2/4/2025). Delegasi tersebut meliputi Uskup Malusi Mpumlwana, mantan Sekretaris Jenderal Dewan Gereja Afrika Selatan, Uskup Sithembele Sipuka, Presiden Dewan Gereja Afrika Selatan, dan Dr. Mae Elise Cannon, Direktur Eksekutif organisasi Gereja untuk Perdamaian Timur Tengah.
Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak membahas strategi meningkatkan peran pemimpin dan tokoh agama dalam mempromosikan perdamaian global. Sekretaris Jenderal MHM menyambut baik kunjungan delegasi Dewan Gereja Afrika Selatan, dengan menekankan peran penting yang dapat dimainkan oleh para pemimpin dan tokoh agama dalam membina perdamaian global dan menyebarkan nilai-nilai dialog, toleransi, dan hidup berdampingan.
Konselor Abdelsalam mengemukakan bahwa tantangan yang dihadapi dunia saat ini memerlukan upaya bersama untuk mempromosikan nilai-nilai kebaikan, keadilan, cinta, dan persaudaraan manusia. Ia juga menyoroti pentingnya mempersiapkan generasi pemimpin untuk membawa bendera toleransi, hidup berdampingan, dan perdamaian, serta memuji upaya Afrika Selatan dan semua upaya yang mengadvokasi perlindungan warga sipil tak berdosa di Gaza.
Delegasi Dewan Gereja Afrika Selatan menyampaikan apresiasi atas upaya MHM di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Prof. Dr. Ahmad Al-Tayeb, dan berbagai inisiatifnya yang bertujuan untuk meningkatkan perdamaian global. Mereka menyatakan keinginannya untuk bekerja sama dengan MHM dan lembaga berpengaruh lainnya di seluruh dunia guna meningkatkan peran para pemimpin agama dalam menangani perang dan konflik yang telah merenggut ribuan nyawa tak berdosa.
Kedua pihak menyerukan perlunya bekerja sama menuju solusi yang adil dan langgeng untuk masalah Palestina dan mencapai perdamaian di Timur Tengah. Mereka menekankan bahwa para pemimpin agama harus memiliki suara yang signifikan dalam menghentikan perang, konflik, dan pertikaian.
Mereka juga memuji inisiatif Mesir dan upaya Arab dan internasional yang menyerukan gencatan senjata dan pembangunan kembali Jalur Gaza, yang memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan dan pertolongan bagi warga sipil yang tidak bersalah. Mereka menyampaikan penghargaan mereka atas upaya kemanusiaan Uni Emirat Arab di berbagai negara yang dilanda konflik dan upayanya yang berkelanjutan untuk menyebarkan nilai-nilai toleransi, koeksistensi, dan persaudaraan manusia.