UEA Dikenal Toleran, Menterinya Berbagi Kunci Menguatkan Persudaraan
Menteri Pemuda Uni Emirat Arab (UEA) Shamma Al-Mazrui sampaikan pandangannya dalam Diskusi Publik "Peran Pemuda untuk Lingkungan Hidup yang Lebih Baik"
Uni Emirat Arab (UEA) saat ini dikenal sebagai salah satu negara yang masyarakatnya sangat toleran. Menteri Pemuda Uni Emirat Arab (UEA) Shamma Al-Mazrui mengatakan, penguatan “persaudaraan manusia” saat ini memang sangat diperlukan dalam menghadapi berbagai tantangan dunia.
Hal itu dikatakan Shamma Al-Mazrui saat memberikan sambutan secara virtual pada Diskusi Publik bertajuk Peran Pemuda untuk Lingkungan Hidup yang Lebih Baik, Jumat (5/8/2022). Diskusi ini diselenggarakan Majelis Hukama Muslimin (MHM) di sela-sela keikutsertaannya pada Islamic Book Fair (IBF) ke-20, 3–7 Agustus 2022, di Balai Sidang Senayan, Jakarta.
Menurutnya, persaudaraan manusia bukan sebuah konsep baru, tetapi merupakan fitrah yang sudah tertanam di dalam diri setiap manusia. Al-Mazrui menekankan perlunya semua pihak untuk berpegang pada nilai-nilai kemanusiaan dalam menguatkan komunikasi dan hubungan antarsesama manusia.
Dijelaskan Al-Mazrui, ada tiga hal yang perlu dilakukan dalam komunikasi dan hubungan antarsesama manusia. Ketiga hal yang dimaksud adalah bersedia mendengarkan pihak lain, bersedia berkolaborasi, dan bersikap kasih sayang.
“Mendengarkan dapat membantu kita untuk bisa memahami pihak lain, dan dengan begitu kita bisa bekerja sama, berkolaborasi, dan saling bersinergi dengan saudara kita sesama manusia,” ujarnya.
Selain itu, Al-Mazrui juga mengajak kaum muda untuk membuka diri terhadap orang lain untuk bisa mengerti dan memahami perbedaan yang ada. Nilai-nilai tersebut, katanya, adalah juga nilai-nilai yang diwariskan pendiri UEA Syekh Zayed Al Nahyan.
Terdapat 128 stan peserta IBF tahun 2022, termasuk di antaranya dan yang paling besar adalah stan MHM. Dalam IBF ke-20 ini, stan MHM bahkan mendapat kehormatan dikunjungi Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin pada 5 Agustus 2022.
Majelis Hukama Muslimin adalah sebuah lembaga independen lintas negara yang didirikan pada 21 Ramadan 1435 H atau 19 Juli 2014. MHM bertujuan mengukuhkan perdamaian dan menciptakan rasa aman pada masyarakat muslim. Lembaga yang berkedudukan di Abu Dhabi ini beranggotakan sejumlah ulama, pakar, dan tokoh yang memiliki karakter bijak, adil, independen, dan berpikiran wasathiyah, termasuk di antaranya adalah Prof. M. Quraish Shihab dari Indonesia. Selain Quraish Shihab, ada juga nama Tuan Guru Bajang (TGB) M Zainul Majdi yang duduk dalam keanggotaan Komite Eksekutif MHM Pusat di Abu Dhabi. []