Tur Abu Dhabi, Tutup Program Human Fraternity Fellows I
Peserta Program Human Fraternity Fellows I
Program Human Fraternity Fellows telah berlangsung selama enam bulan. Program ini diselenggarakan bersama oleh Universitas Georgetown, Majelis Hukama Muslimin (MHM), dan Majlis Persaudaraan Manusia. Program kali pertama ini diakhiri dengan tur studi interaktif selama seminggu di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).
Melalui siaran pers, Rabu (14/2/2024), MHM menjelaskan bahwa tur ini diisi dengan sejumlah acara. Misalnya, partisipasi peserta dalam pertemuan Majelis Persaudaraan Manusia di Rumah Keluarga Abraham; keikutsertaan mereka pada Zayed Award for Human Fraternity Raountable; serta pertemuan dan diskusi dengan Presiden Timor Timur José Ramos-Horta.
Peserta program ini terdiri atas 11 mahasiswa sarjana dan pascasarjana dari berbagai universitas ternama di seluruh dunia. Mereka mewakili 8 negara, yaitu: Timor Timur, Mesir, India, Italia, Maroko, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, dan Zimbabwe. Selain mewakili lima agama dan denominasi, mereka juga mewakili universitas ternama, yaitu: Universitas Georgetown, Universitas Yale, Universitas Harvard, Universitas Bamberg, Mohammed V University, Universitas Edinburgh, dan Universitas Asia untuk Wanita di Bangladesh.
Program Human Fraternity Fellows yang pertama selesai pada hari Jumat, 9 Februari 2024, setelah tur studi lintas agama dan antar budaya yang intensif selama seminggu di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Selama di Abu Dhabi, mereka menjadi pembicara pada panel di Majelis Persaudaraan Manusia di Rumah Keluarga Abraham pada 4 Februari 2024. Majelis Persaudaraan Manusia diselenggarakan oleh MHM bekerja sama dengan Kementerian Toleransi dan Hidup Berdampingan UEA serta Komite Tinggi Persaudaraan Kemanusiaan. Acara ini digelar bertepatan dengan ulang tahun kelima penandatanganan Dokumen Persaudaraan Manusia.
Selama panel berlangsung, para peserta berbagi wawasan mereka tentang tantangan dan peluang untuk memajukan persaudaraan manusia sebagai generasi pemimpin masa depan. Sebelumnya, para peserta juga bertemu dengan Presiden Republik Timor Timur Yang Mulia José Ramos-Horta yang telah mempelopori inisiatif di negaranya untuk mengadopsi Dokumen Persaudaraan Manusia sebagai dokumen nasional dan mengintegrasikannya ke dalam program pendidikan nasional.
Pada 6 Februari, para peserta berpartisipasi dalam Zayed Award for Human Fraternity Rountable. Mereka berinteraksi dengan para ahli tingkat tinggi dari berbagai bidang - termasuk Sekretaris Jenderal MHM Konselor Mohamed Abdelsalam. Mereka berdiskusi tentang beragam isu yang berkaitan dengan persaudaraan manusia. Mereka juga mengunjungi New York University Abu Dhabi, Louvre Abu Dhabi, dan Abrahamic Family House.
“Program ini merupakan bagian dari warisan abadi Dokumen Persaudaraan Manusia, yang membuka jalan bagi masa depan di mana beragam budaya dan agama hidup berdampingan dalam rasa saling menghormati dan harmonis,” kata Sekretaris Jenderal MHM Konselor Mohamed Abdelsalam.
Aisha Alyassi, peserta dari Uni Emirat Arab dan mahasiswa di King’s College London, mengatakan: “Program Human Fraternity Fellows membuat saya bertumbuh baik secara pribadi maupun spiritual. Kami merasa senang bertemu dengan sejumlah pemimpin internasional, yang menekankan pentingnya pemuda dalam melaksanakan proses perdamaian dan membina persaudaraan manusia. Kepercayaan mereka kepada kami meninggalkan kesan di hati kami dan membuat kami semua merasakan tanggung jawab untuk menyediakan dunia yang lebih baik bagi generasi mendatang.”
Ahmed Haykel Gaafar, seorang peneliti dari Mesir dan mahasiswa di Universitas Bamberg, mengatakan: “Persekutuan ini bersifat transformatif, menumbuhkan rasa perdamaian yang mendalam. Melalui kolaborasi dan pembelajaran yang beragam, saya memperoleh wawasan tentang kerja sama yang efektif, membentuk komitmen saya untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas saya dan dunia.”