Tokoh Syiah As-Sayyid Ali Al-Amin Puji Model Koeksistensi di Bahrain
Tokoh Syiah As-Sayyid Ali Al-Amin
Tokoh Syiah yang juga anggota Majelis Hukama Muslimin (MHM) As-Sayyid Ali Al-Amin memuji model kehidupan berdampingan secara rukun dan damai (koeksistensi) yang terjadi di Bahrain yang dibangun di atas kesamaan nilai-nilai kemanusiaan antarberbagai elemen masyarakat, kelompok, dan penganut agama-agama yang ada.
Al-Amin menilai Kerajaan Bahrain dapat dikatakan sebagai model hubungan antarwarga negara dengan latar belakang agama dan kepercayaan yang berbeda.
Anggota MHM itu menegaskan bahwa Forum Dialog Bahrain dengan tema “Timur dan Barat untuk Koeksistensi Manusia” yang diselenggarakan di Bahrain, 3-4 November 2022, itu merupakan bentuk tindak lanjut pelaksanaan butir-butir Piagam Persaudaraan Manusia.
Piagam ini ditandatangani bersama oleh Ketua MHM dan Syekh Al-Azhar Ahmad Al-Tayeb dengan Pemimpin Gereja Katolik Vatikan Sri Paus Fransiskus pada 4 Februari 2019 di Abu Dhabi.
"Dokumen Persaudaraan Manusia itu merupakan semacam “konstitusi” yang memuat garis-garis besar gambara hidup berdampingan secara rukun dan damai (koeksistensi), persaudaraan antarsesama manusia, dialog antarindividu maupun antarbangsa dan kelompok masyarakat," jelasnya di Bahrain, Sabtu (29/10/2022).
Ia menambahkan, “Forum Dialog Bahrain dan rekomendasi yang akan dihasilkannya diharapkan dapat berkontribusi secara positif dalam menebarkan nilai dan budaya toleransi, koeksistensi, dan hidup damai antarbangsa di dunia.”
Menurutnya, dengan nilai-nilai luhur tersebut bangsa-bangsa di dunia akan mampu mencegah terjadinya konflik dan perang serta akibat buruk yang ditimbulkan oleh konflik dan peperangan. Dengan nilai-nilai tersebut, tambahnya, bangsa-bangsa di dunia akan mampu beralih dari pola komunikasi yang cenderung menjauhi menjadi komunikasi yang mendekat, bekerja sama, bersinergi, dan bersolidaritas.
Syekh Ali Al-Amin juga berharap Forum Dialog Bahrain akan mampu menemukan solusi bagi pelbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi dewasa ini, terutama dalam memberdayakan dan membantu kaum miskin dan mempersempit jurang pemisah antara masyarakat miskin dan masyarakat kaya di dunia.
Forum Dialog Bahrain juga diharapkan mampu menggambarkan peta jalan dalam memberantas kebodohan dan wabah. Dengan begitu, masyarakat dunia diharapkan akan mampu terus membangun kehidupan dalam suasanai damai dan tenteram.
Kerajaan Bahrain saat ini sedang mempersiapkan sebuah gelaran besar Forum Dialog Bahrain yang mengambil tema “Timur dan Barat untuk Koeksistensi Manusia” pada 3-4 November 2022. Dijadwalkan forum tersebut akan dihadiri Ketua Majelis Hukama Muslimin Prof. Dr. Ahmad Al-Tayeb, Syekh Al-Azhar, dan Pemimpin Gereja Katolik Vatikan Sri Paus Fransiskus, serta sekitar 200 tokoh bermacam agama di dunia, pemikir, cendekiawan, dan media.