Tiga Kali Berturut-turut, MHM Berpartisipasi dengan Paviliun Khusus di NDWBF 2025
.
Untuk tahun ketiga berturut-turut, Majelis Hukama Muslimin (MHM) akan berpartisipasi dalam Pameran Buku Dunia New Delhi (NDWBF) 2025. Pameran ini berlangsung dari 1 - 9 Februari 2025, di Pusat Konvensi Bharat Mandapam di ibu kota India, New Delhi.
Partisipasi MHM ini bermula dari misinya untuk mempromosikan perdamaian, menumbuhkan nilai-nilai dialog dan toleransi, serta membangun jembatan untuk kerja sama dan koeksistensi manusia.
Melalui siaran pers, Sabtu (1/2/2025), MHM menjelaskan akan memamerkan lebih dari 250 publikasi intelektual dan budaya yang beragam, termasuk beberapa terbitan terbaru dari Al-Hokama Publishing di 2025. Beberapa terbitan yang menonjol adalah buku "Religion and the Nations of Greater Asia: Managing Religious and Ethnic Pluralism in China and India," "Peace in Africa: Studies and Visions for Enhancing Stability and Development," "The Making of International Peace: Drawing from Shared Contexts," dan "International Peacebuilding: Shared Values and Foundational Concepts," yang ditulis oleh sekelompok peneliti dari Al Hokama Center for Peace Research. Selain itu, ada buku "Islam and the West: An Approach to Causes of Conflict and Monitoring the Conditions of Cultural Exchange" karya Mohamed Al-Benyaydi yang juga akan ditampilkan.
Paviliun MHM di Pameran Buku Dunia New Delhi (NDWBF) 2025 juga akan menampilkan beberapa buku baru, termasuk "Wacana Al-Quran tentang Kemanusiaan" karya Ali Mohamed Hassan Al-Amari, "Imam al-Haramayn dan Pengaruhnya terhadap Perkembangan Mazhab Asy'ari" karya Ali Mohamed Jaber, seorang ulama terkemuka di Al-Azhar Al-Sharif, "Prinsip-prinsip Islam tentang Organisasi Keluarga" karya Abu Al-Wafa Al-Maraghi, seorang ulama senior di Al-Azhar Al-Sharif, "Manajemen Konflik di Dunia Muslim" karya Dr. Idris Qasim, seorang peneliti dalam isu-isu kebijakan luar negeri dan seorang Doktor Hukum Publik, dan buku "Problems of the Ummah’s Division into Sunnis and Syiah" karya pemikir Islam Dr. Elias Belka.
Paviliun MHM juga akan memamerkan lebih dari 20 karya Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, yang bertujuan untuk memperkenalkan kebajikan Islam dan kekayaan warisan intelektual dan filosofisnya. Di antaranya adalah buku "Al-Qawl Al-Tayyib," "Dari Buku Catatan Lama Saya," "Pandangan tentang Dialog Timur-Barat," "Pengantar Studi Logika Tradisional," "Diskusi tentang Sebab dan Tujuan," "Tentang Terminologi Teologis Sufi," "Warisan dan Pembaruan," "Demi Perdamaian," "Wawasan tentang Pemikiran Imam Al-Ash'ari," "Etika dan Nilai," "Menuju Ijtihad Hukum Kontemporer," "Aisha, Ibu Para Mukmin," dan lainnya.
Dalam konteks yang sama, paviliun MHM akan menawarkan beberapa publikasi penting, termasuk "Cinta dalam Al-Qur'an" karya Pangeran Ghazi Bin Muhammad (anggota MHM), dan buku "Imam Besar dan Paus: Jalan Berduri - Kesaksian tentang Kelahiran Dokumen Persaudaraan Manusia" karya Konselor Mohamed Abdelsalam (Sekretaris Jenderal MHM), buku "Aturan Pemahaman dan Saling Pengertian dalam Pikiran dan Bahasa," yang ditulis Dr. Mustafa Benhamza (anggota MHM), buku "Muslim di Persimpangan Jalan" karya mendiang Dr. Mahmoud Hamdy Zaqzouq, dan "Pertemuan Antar-Iman di Al-Andalus dan Maroko" oleh Dr. Jaafar ben El Haj Soulami.
Menyadari pentingnya penerjemahan sebagai jembatan antar peradaban, MHM juga akan memamerkan 21 buku dalam bahasa Hindi, Urdu, dan Melayu di New Delhi World Book Fair (NDWBF) 2025. Pilihan ini mencakup enam rilis baru untuk 2025, di antaranya adalah "Al Iktirath Fi Hoqouq Al Inath ("Kepedulian terhadap Hak-Hak Perempuan"), "Kebebasan dan Kewarganegaraan: Keberagaman dan Integrasi," dan "Al Qawl Al Tayeb" yang telah diterbitkan dalam bahasa Hindi dan Urdu untuk Pameran Buku Dunia New Delhi edisi 2025.
Tahun ini, MHM akan menyajikan beberapa publikasi terjemahan terkenal, termasuk "Suara Perubahan" dan "Nilai-Nilai Global Bersama dan Menciptakan Perdamaian Internasional" oleh sekelompok peneliti. Selain itu, ada karya terjemahan lain seperti "Menghadapi Islamofobia di Eropa" oleh berbagai peneliti, "Islam dan Tata Kelola yang Baik" oleh Prof. Dr. Muqtedar Khan, dan "Islam, Barat, dan Toleransi: Memahami Koeksistensi" oleh Aaron Tyler, antara lain.
Sebagai bagian dari partisipasinya dalam acara budaya, paviliun MHM juga menyelenggarakan serangkaian seminar yang bertujuan untuk mendorong diskusi yang bermakna yang mempromosikan kohesi sosial, tanggung jawab lingkungan, dan menyoroti peran agama dalam menghadapi tantangan kontemporer. Pada 2 Februari, diadakan seminar dengan judul "Pemanfaatan Media Sosial untuk Mempromosikan Perdamaian dan Memerangi Ekstremisme di Kalangan Pemuda."
Bertepatan Hari Persaudaraan Manusia Internasional pada 4 Februari, MHM menggelar seminar berjudul "Dokumen Persaudaraan Manusia: Landasan untuk Toleransi dan Koeksistensi" akan berlangsung. Seminar lainnya adalah, "Iman dan Lingkungan: Tanggung Jawab Bersama untuk Masa Depan yang Berkelanjutan," dijadwalkan pada tanggal7 Februari 2025.
Partisipasi MHM dalam Pameran Buku Dunia New Delhi (NDWBF 2025) menggarisbawahi komitmennya terhadap pertukaran intelektual dan budaya, meningkatkan dialog, dan mempromosikan nilai-nilai toleransi, perdamaian, dan koeksistensi. Melalui berbagai publikasi, karya terjemahan, dan diskusi yang memperkaya, MHM terus membangun jembatan antarbudaya dan menegaskan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan bersama di panggung global. Paviliun MHM (I-04) terletak di Aula 4 di Pusat Konvensi Bharat Mandapam, Pragati Maidan, New Delhi.