The Green Shaikh: Kita Harus Bentuk Generasi Paham Pelestarian Lingkungan dan SDA
Syekh Dr. Abdul Aziz bin Ali bin Rasyid Al Nuaimi, Penasihat Lingkungan Pemerintah Ajman dan Pendiri The Green Shaikh Academy
Syekh Dr. Abdul Aziz bin Ali bin Rasyid Al Nuaimi, Penasihat Lingkungan Pemerintah Ajman dan Pendiri The Green Shaikh Academy, yang juga dikenal sebagai "The Green Sheikh", berpartisipasi dalam seminar yang diselenggarakan stan Majelis Hukama Muslimin (MHM) pada Pameran Buku Internasional Abu Dhabi, Selasa (30/4/2024). Pameran buku yang mengangkat tema tema "Di Mana Kisah Dunia Terungkap" berlangsung dari 29 April hingga 5 Mei 2024, di Pusat Pameran Nasional Abu Dhabi (ADNEC).
Seminar dihadiri Sekretaris Jenderal MHM, Konselor Mohamed Abdelsalam, Ketua Pusat Bahasa Arab Abu Dhabi, Dr. Ali bin Tamim, serta berbagai cendekiawan, pakar, akademisi, dan pemerhati lingkungan hidup.
Di awal seminar, Syekh Dr. Abdul Aziz bin Ali bin Rashid Al Nuaimi menegaskan bahwa melindungi planet bumi telah menjadi kebutuhan mendesak, mengingat dunia sedang menyaksikan bencana dan krisis iklim yang signifikan. Ia juga menunjukkan bahwa para pendiri Uni Emirat Arab memiliki visi futuristik mengenai bumi dan perlindungan sumber daya alamnya.
The Green Sheikh menambahkan bahwa upaya dukungan lingkungan bertumpu pada beberapa pilar, yaitu: a) pendidikan dan pengasuhan dalam masalah lingkungan; b) upaya meningkatkan dan menanamkan kesadaran tentang konservasi sumber daya alam; c) mengembangkan kebijakan dan undang-undang oleh pemerintah dan pembuat kebijakan untuk menerapkan pendekatan berkelanjutan; d) mengaktifkan teknologi hijau yang inovatif; dan e) memperluas kemitraan antara lembaga swasta, pemerintah, dan masyarakat sipil. Syekh Abdul Aziz juga menekankan bahwa planet Bumi tidak dapat diperbaiki kecuali umat manusia sendiri yang memperbaikinya terlebih dahulu.
Syekh Dr. Abdul Aziz bin Ali bin Rashid Al Nuaimi juga membahas keberlanjutan dari sudut pandang Islam. Dia menjelaskan bahwa keberlanjutan didasarkan pada tujuh elemen mendasar, yaitu: a) tauhid; b) manusia sebagai penjaga planet ini untuk perkembangannya; c) lingkungan sebagai kepercayaan yang dipegang oleh kemanusiaan yang harus dikelola secara hati-hati dan penuh rasa hormat; d) perlunya sikap moderat dalam berperilaku sehari-hari terkait bumi dan sumber daya alamnya; e) memperlakukan lingkungan hidup dengan adil dan baik; f) tidak melakukan tindakan yang merugikan atau mencemari, serta berupaya memperbaiki dan melestarikannya demi kepentingan bersama; dan g) adanya tanda-tanda dari Yang Maha Kuasa di sekitar kita.
Syekh Dr. Abdul Aziz bin Ali bin Rashid Al Nuaimi menutup paparannya dengan menjelaskan pencapaian paling signifikan dari COP28 yang diselenggarakan oleh Uni Emirat Arab pada 2023, termasuk inisiatif "Dana Kerugian dan Kerusakan" untuk membantu negara-negara berkembang dalam mengatasi krisis ekonomi dan dampak perubahan iklim. Dia juga menekankan pentingnya membentuk generasi yang memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alamnya, demi planet Bumi dan generasi mendatang, membangun dunia yang lebih baik dan hari esok yang lebih cerah.
MHM meluncurkan 'Panggilan Hati Nurani: Pernyataan Abu Dhabi tentang Aksi Iklim untuk COP28', serta menyelenggarakan Paviliun Iman pada COP28 tahun 2023. Ini adalah even pertama dalam sejarah COP, dengan tujuan mencapai visi bersama antara pemuka agama, akademisi, pakar lingkungan hidup, dan generasi muda untuk menemukan solusi efektif dan inovatif dalam memerangi perubahan iklim.
MHM berpartisipasi pada Pameran Buku Internasional Abu Dhabi, dengan menyajikan lebih dari 220 publikasi dalam 5 bahasa berbeda, termasuk 22 terbitan baru. Selama pameran, MHM juga menggelar serangkaian seminar yang berfokus pada dialog, toleransi, hidup berdampingan, pemuda, pembangunan perdamaian, dan lingkungan hidup, serta pojok kaligrafi Arab dan berbagai kegiatan yang didedikasikan untuk anak-anak. Paviliun Dewan terletak di Hall 10, Stand 10 C17, di Pusat Pameran Nasional Abu Dhabi (ADNEC).