Terima Penghargaan Astana, Ketum PBNU Ucapkan Selamat ke Sekjen Majelis Hukama
Sekjen MHM Konselor Mohamed Abdel Salam bertemu Ketum PBNU KH Yahya C Staquf
Sekjen Majelis Hukama Muslimin (MHM) menerima Penghargaan Astana dari Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev. Penghargaan ini diberikan dalam Konferensi Pemuka Agama Sedunia yang berlangsung di Nursultan, Kazakhstan.
Penghargaan yang diberikan kepada Sekjen MHM ini diapresiasi banyak pihak, salah satunya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf.
Bertemu di sela-sela Konferensi Pemuka Agama, Kamis (15/9/2022), Gus Yahya, panggilan akrabnya, mengucapkan selamat kepada Sekjen MHM Abdel Salam atas Penghargaan Astana yang diterimanya. Gus Yahya menilai Sekjen MHM selama ini memang berperan aktif dalam mengukuhkan persaudaraan manusia, nilai-nilai toleransi, dan koeksistensi.
Ketua Umum PBNU juga memuji peran Majelis Hukama Muslimin (MHM) yang dipimpin oleh Grand Syekh Al-Azhar Ahmad Al-Tayeb dalam mempromosikan kehidupan damai, perdamaian dunia, toleransi, dan koeksistensi antarelemen masyarakat.
“Syekh Ahmad Al-Tayeb benar-benar telah berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia,” ujarnya.
Menurut Gus Yahya, kunjungan luar negeri yang dilakukan Syekh Al-Azhar berdampak positif dalam memberikan gambaran yang benar tentang Islam, sekaligus mengkounter pemikiran ekstrem.
Apresiasi senada disampaikan Sekjen MHM Abdel Salam. Menurutnya, sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia, peran dan upaya yang dilakukan oleh NU juga sangat penting dalam kehidupan keagamaan di Indonesia. Konselor Abdel Salam menilai antara NU dan MHM terdapat sisi-sisi kesamaan pandang, terutama terkait dakwah, pendidikan, dan sosial.
Kepada KH Yahya Staquf, Sekjen Abdel Salam menyampaikan bahwa pihaknya telah menyusun sejumlah inisiasi program dan kegiatan untuk dilaksakan di Indonesia bekerja sama dengan PBNU, terutama program-program yang terkait pemberdayaan dan pembekalan pemuda dalam menghadapi berbagai isu keumatan.