Temui Pemimpin dan Tokoh Agama Irak, Delegasi MHM Perkuat Dialog antar Umat Islam
Sekjen Mohamed Abdelsalam pimpin Delegasi MHM berkunjung ke Irak
Delegasi Majelis Hukama Muslimin (MHM) melakukan kunjungan ke Repubik Irak pada 14 sampai 18 Januari 2023. Kunjungan ini dilakukan sebagai tindaklanjut atas seruan Ketua MHM yang juga Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Al-Tayeb untuk memperkuat dialog internal umat Islam (Islam-Islam).
Dalam siaran persnya, Minggu (15/1/2023), Selama di Irak, delegasi MHM dijadwalkan melakukan sejumlah pertemuan dengan pemimpin dan tokoh agama, baik dari kalangan Sunni maupun Syiah, guna membahas langkah dan upaya memperkuat dialog di antara umat Islam. Sesuai seruan Grand Syekh Al-Azhar, pertemuan dan penguatan dialog ini bertujuan memperkuat persatuan umat Islam. Dalam seruannya, Syekh Al-Azhar mengatakan bahwa persaudaraan agama dapat mendorong persaudaraan manusia.
Delegasi MHM akan mengunjungi sejumlah kota di Irak, antara lain Baghdad, Najaf, dan Arbil, untuk membangun jembatan komunikasi yang efektif dengan elemen masyarakat di sana. Komunikasi tersebut akan menjadi langkah penting yang mengawali dialog konstruktif antarelemen masyarakat Irak sebagai landasan bagi terciptanya sikap saling mengerti. Selain itu, komunikasi tersebut juga dimaksudkan untuk menyusun strategi dan isu-isu pokok yang menjadi tema dialog dan merencanakan kerja sama lebih lanjut.
Kunjungan delegasi MHM ke Irak itu dilakukan tidak lama setelah Ketua MHM Ahmad Al-Tayeb menyampaikan seruannya kepada ulama-ulama Muslim di dunia, dengan beragam aliran keagamaan yang ada, untuk segera melakukan dialog internal secara serius guna mewujudkan sikap saling mengenal dan menghormati, mewujudkan persatuan, dan mewujudkan persaudaraan agama, juga persaudaraan manusia.
Dialog yang diserukan oleh Ketua MHM itu dilakukan dengan memegang teguh prinsip menjauhi hal-hal sensitif yang menjadi faktor perpecahan atau konflik keagamaan dan lebih menitikberatkan pada titik kesamaan. Diharapkan pula, dialog tersebut akan melahirkan sikap “saling mengerti dan memaklumi dalam hal-hal yang berbeda”. Diharapkan pula, keputusan dialog yang akan diselenggarakan nanti berhasil menekan bahkan menghentikan ujaran kebencian yang kerap muncul di antara kelompok umat Islam. Semua pihak diharapkan dapat menyudahi masalah-masalah lama dengan segala efek negatif yang ditumbulkannya.
Ketua MHM Prof. Dr. Ahmad Al-Tayeb juga pernah menyatakan kesiapan dirinya bersama ulama Al-Azhar dan anggota MHM untuk berpartisipasi aktif dalam dialog internal umat Islam dengan dada lapang dan hati terbuka, duduk bersama dalam satu pertemuan. Ketua MHM memiliki keinginan kuat agar umat Islam dapat melewati masa-masa lalu yang kelam dan membuka lembaran baru untuk memperkuat dan mengukuhkan persatuan umat, meski terdapat perbedaan.
Grand Syekh mengajak untuk mewujudkan persatuan yang lebih bersifat realistis, sekaligus memenuhi tujuan agama (maqashid asy-syari’ah). Grand Syekh juga mengingatkan umat untuk tidak mendengarkan ajakan yang mengarah pada perpecahan dan pertikaian, mengorbankan kepentingan bersama sebagai bangsa, dan mengeksploitasi agama untuk kepentingan kelompok yang sempit atau untuk kepentingan asing mengintervensi urusan dalam negeri negara lain. []