Syaikh Nuriddin Kholiknazarov: Keadilan adalah Nilai Kemanusiaan dan Islam yang Agung
.
Syaikh Nuriddin Kholiknazarov, Ketua Dewan Muslim Uzbekistan dan Anggota Majelis Hukama Muslimin (MHM), menegaskan bahwa keadilan adalah nilai kemanusiaan dan Islam yang agung. Ia menjelaskan bahwa Tuhan Yang Maha Esa telah memerintahkan kita untuk menegakkan keadilan dalam segala situasi, setelah mengutus semua nabi dan menurunkan kitab-kitab suci untuk menegakkannya.
Berbicara dalam episode kedua program "Nilai-Nilai Kemanusiaan bersama Hukama," yang disiarkan untuk tahun ketiga berturut-turut di media sosial MHM, Senin (3/3/2025), Syaikh Nuriddin menekankan bahwa keadilan adalah landasan Islam. Itu adalah salah satu Nama Allah yang Paling Indah, pemilik keadilan yang mutlak. Semua tindakan-Nya berakar pada keadilan; Dia tidak menzalimi siapa pun dan ditinggikan di atas ketidakadilan.
Allah hanya memberikan kepada hamba-hamba-Nya apa yang sanggup mereka tanggung, dan tidak pernah membebani mereka di luar batas kemampuan mereka. Allah tidak meminta pertanggungjawaban seseorang atas dosa orang lain, dan tidak menghukum seseorang di luar batas yang seharusnya, serta memastikan setiap orang menerima hak-hak mereka tanpa menguranginya.
Anggota Majelis Ulama Muslim itu menambahkan, ketika seseorang mewujudkan keadilan dan menjadikannya sebagai prinsip hidup, tidak menzalimi orang lain dan tidak mengabaikan hak siapa pun, maka ia akan dicintai Allah. Keadilan menumbuhkan ketakwaan dan memberkahi amal seseorang. Sebagaimana Allah SWT berfirman, "Bersikaplah adil, karena keadilan lebih dekat kepada ketakwaan." Dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Umat ini akan tetap dalam kebaikan selama ia berkata benar, memerintah dengan adil, dan menunjukkan belas kasihan ketika belas kasihan diminta."
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keadilan memegang tempat yang penting dalam ilmu-ilmu Islam, khususnya dalam yurisprudensi dan hadis. Keadilan mencegah seseorang melakukan dosa besar, terus-menerus melakukan dosa kecil, atau melakukan tindakan yang bertentangan dengan kehormatan. Jika seseorang tidak memiliki sifat ini, integritasnya akan ternoda, kesaksiannya akan ditolak, dan riwayatnya tidak akan diterima. Keadilan merupakan akhlak mulia yang dapat melindungi seseorang dari keburukan dan menuntunnya menuju kebaikan. Keadilan dapat mempererat hubungan keluarga dan sosial, mengatur hak-hak antara orang tua dan anak, pasangan, pemimpin dan karyawan, serta negara dan warga negaranya.
Rasulullah saw juga menyatakan bahwa orang yang adil tidak hanya berlaku adil terhadap sesama manusia, tetapi juga terhadap hewan dan bahkan benda mati, memperlakukan segala sesuatu dengan adil dan jujur. Allah Ta'ala telah memerintahkan keadilan dalam segala hal, sebagaimana yang difirmankan-Nya, "Sesungguhnya Allah memerintahkan keadilan, kebaikan, dan memberi kepada kerabat, dan melarang kemungkaran, kezaliman, dan kezaliman. Dia menasihati kamu agar kamu mengambil pelajaran."
Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata tentang ayat ini bahwa ayat ini mencakup semua kebaikan yang harus dilakukan dan semua keburukan yang harus dihindari. Kami memohon kepada Allah Yang Maha Suci dan Maha Mulia agar memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kami semua, agar kami semua berhasil dalam menegakkan keadilan di dunia dan akhirat, dan agar kami semua tetap teguh dalam menegakkan keadilan sampai akhir hayat kami.