Syaikh Emad Abdelnaby Mahmoud dari Al Azhar Beri Tausiyah pada ASN Kemenag Jatim
.
Jemaah Masjid Al Ikhlas Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur setelah Salat Zuhur mendengarkan tausiyah istimewa karena disampaikan Syaikh Emad Abdelnaby Mahmoud Abdelnaby dari Universitas Al Azhar, Mesir pada Rabu (5/3/2025).
Hadir pada tausiyah ini, Kakanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar beserta para pejabat eselon III.
Kehadiran Syaikh Emad Abdelnaby Mahmoud Abdelnaby di Jawa Timur sebagai delegasi dari Majelis Hukama Muslimin (MHM) dan Al Azhar Asy Syarif. MHM sebagaimana tahun sebelumnya, menjalin kerja sama dengan Ditjen Bimas Islam Kemenag dan pengurus pusat Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dalam Syiar Ramadan. Program ini menghadirkan para Qari dan Dai utusan dari Al Azhar Asy Syarif, salah satunya Syaikh Emad Abdelnaby Mahmoud Abdelnaby yang ditugaskan di Jawa Timur.
Dalam tausiyah, Syaikh Emad Abdelnaby Mahmoud Abdelnaby menjelaskan tiga jenis musuh utama manusia, yaitu dunia, harta, dan setan.
Ia menjelaskan salah satu hadis yang menjelaskan bahwa apabila Ramadan tiba, pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup, setan pun dibelenggu. Namun, kenapa umat masih ada yang tetap bermaksiat?
Syaikh Emad Abdelnaby Mahmoud Abdelnaby menjelaskan bahwa yang dibelenggu adalah setan-setan yang besar. Sedangkan setan-setan kecil masih berkeliaran. Maksudnya adalah orang-orang yang tetap dan terus mengajak dalam hal keburukan, dan mengikuti hawa nafsu.
Syaikh Emad Abdelnaby Mahmoud Abdelnaby menjelaskan puasa adalah sarana yang efektif untuk menahan hawa nafsu. “Dengan berpuasa, kita dapat melatih diri untuk lebih sabar, lebih tahan uji, dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menahan hawa nafsu dapat memberikan beberapa manfaat, antara lain meningkatkan ketakwaan, mengendalikan emosi, meningkatkan kesabaran, dan menghilangkan kebiasaan buruk,” terangnya
Setelah tausiyah, para jemaah berkesempatan bertanya langsung kepada Syaikh Emad Abdelnaby Mahmoud Abdelnaby. Tausiyah diberikan dalam Bahasa Arab, namun para jemaah tetap dapat memahami tausiyah karena disediakan penerjemah.