Seminar di Pameran Buku Rabat, MHM Bahas Pendekatan Terpadu Pahami Kekerasan dan Perdamaian
Seminar MHM Bahas Pendekatan Terpadu Pahami Kekerasan dan Perdamaian
Paviliun Majelis Hukama Muslimin (MHM) kembali menggelar seminar pada Pameran Buku dan Penerbitan Internasional ke-29 di Rabat, Jumat (17/5/2024). Kali ini, seminar mengangkat tema "Masalah Perdamaian: Menuju Pemahaman Komprehensif."
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu: Dr. Samir Boudinar (Direktur Pusat Penelitian Perdamaian Al-Hokama), Dr. Abdulrahim Elatri (Guru Besar Antropologi dan Sosiologi di Fakultas Sastra dan Humaniora di Rabat), dan Bilal Al-Khroubi (peneliti bidang sejarah kontemporer). Diskusi terfokus pada bedah buku “Kekerasan dan Perdamaian: Menuju Pemahaman Komprehensif,” salah satu terbitan terbaru MHM tahun 2024.
Di awal seminar, Dr. Samir Boudinar menekankan bahwa peningkatan perdamaian antar bangsa dan masyarakat merupakan salah satu isu utama yang menjadi fokus MHM. Lembaga ini mendedikasikan dirinya untuk mendukung upaya yang bertujuan mempelajari dan menganalisis berbagai faktor dan dimensi yang menghambat perdamaian, sekaligus mengembangkan strategi efektif untuk membangun stabilitas dan perdamaian abadi.
Samir Boudinar lalu menunjukkan bahwa mengidentifikasi beragam penyebab kekerasan, termasuk faktor-faktor penentu dan komponen-komponennya, merupakan langkah penting dalam menciptakan masyarakat berdasarkan konsep perdamaian dan menolak kekerasan.
Abdulrahim Elatri memuji upaya rintisan MHM dalam mempromosikan nilai-nilai perdamaian, toleransi, dan hidup berdampingan secara damai, khususnya melalui proyek penelitian dan inisiatif yang berfokus pada konsep “pengetahuan terpadu” dalam mengatasi berbagai isu dan topik terkait menuju perdamaian serta memerangi kekerasan dan ekstremisme. Ia mencatat bahwa buku “Kekerasan dan Perdamaian: Menuju Pemahaman Komprehensif” telah berkontribusi dalam memperjelas banyak konsep, gagasan, dan perspektif, serta telah menyatukan semua disiplin penelitian dalam menyikapi konsep kekerasan dan perdamaian.
Senada, peneliti Bilal Al-Khroubi menjelaskan bahwa pengetahuan sangat penting untuk memahami perbedaan dimensi konsep kekerasan dan perdamaian, serta keterkaitan erat antara berbagai disiplin ilmu di bidang ini. Ia menekankan bahwa untuk memahami konsep perdamaian secara keseluruhan, memerlukan pendekatan dengan berbagai metodologi pengetahuan dan teori yang memadukan aspek sosial, psikologis, dan sejarah.
Oleh karena itu, buku “Kekerasan dan Perdamaian: Menuju Pemahaman Komprehensif” yang mengangkat topik kekerasan dan perdamaian secara mendalam dan komprehensif ini, memberikan visi yang terpadu berdasarkan metodologi ilmiah yang ketat, sehingga menjadi rujukan penting bagi para peneliti dan peminat dalam bidang ini. .
MHM berpartisipasi dalam Penerbitan dan Pameran Buku Internasional di Rabat, dengan lebih dari 220 edisi dalam lima bahasa berbeda, termasuk 22 terbitan baru yang membahas isu-isu intelektual dan budaya paling penting. Selain itu, MHM juga menyelenggarakan sejumlah diskusi dan seminar yang diikuti para cendekiawan, pemikir, penulis, intelektual, akademisi, dan profesor universitas. Hal ini sejalan dengan visi dan misi dewan yang bertujuan untuk mempromosikan perdamaian dan memupuk nilai-nilai dialog, toleransi, dan hidup berdampingan. Paviliun dewan terletak di stan C18 di situs OLM Souissi di Rabat.