Selamat Hari Toleransi Internasional
Selamat Hari Toleransi Internasional
Islam adalah agama toleransi, cinta kasih, dan agama perdamaian. Islam menyerukan semua manusia untuk berbuat ihsan, berkasih sayang, dan saling memaafkan antarsesama. Dengan begitu, kehidupan manusia di dunia akan baik dan mereka akan memperoleh pahala yang besar, rahmat, dan ampunan di akhirat.
Allah Swt. berfirman: Pembebasanmu (pemberian maaf) itu lebih dekat pada ketakwaan (QS al-Baqarah [2]: 237); Maka, maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik (QS al-Hijr [15]: 85); Tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan) dengan perilaku yang lebih baik sehingga orang yang ada permusuhan denganmu serta-merta menjadi seperti teman yang sangat setia (QS Fushshilat [41]: 34); Akan tetapi, siapa yang memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat), maka pahalanya dari Allah (QS Asy-Syura [42]: 40).
Dalam konteks mengukuhkan nilai-nilai yang diserukan oleh Islam itu, Majelis Hukama Muslimin (MHM) melakukan upaya-upaya untuk menebarkan nilai-nilai toleransi dan perdamaian antarsesama manusia.
"Piagam Persaudaraan Manusia, yang diterbitkan oleh MHM, mengajak kita semua untuk melakukan langkah serius dalam menebarkan budaya toleransi, hidup berdampingan secara rukun (koeksistensi), dan perdamaian," demikian keterangan resmi MHM berkenaan dengan Hari Toleransi Internasional, Rabu (16/11/2022).
Dijelaskan pula bahwa Piagam Persaudaraan itu juga mengajak semua pihak segera melakukan intervensi untuk menghentikan penumpahan darah, menghentikan pertikaian, konflik, dan perang, mengatasi perubahan iklim, dan dekadensi budaya dan moral.
Piagam Persaudaraan Manusia mengajak kaum cerdik pandai, filsuf, pemuka agama, seniman, dan jurnalis di seluruh dunia untuk kembali menjadikan nilai-nilai perdamaian, keadilan, kebaikan, persaudaraan manusia, dan koeksistensi sebagai nilai-nilai yang perlu dikuatkan sebagai pelampung kelamatan umat manusia.
"Mereka semua diminta menebarkan nilai-nilai itu kepada umat manusia di mana pun," tulisnya.
MHM, yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ahmad Al-Tayeb yang juga Syekh Al-Azhar, juga melakukan langkah-langkah global untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan perdamaian dalam kehidupan. Itu dilakukan melalui penyelenggaraan konferensi, di antaranya adalah “Konferensi Perdamaian Dunia”, “Konferensi Kebebasan dan Kewarganegaraan: Keragaman dan Integrasi”, “Konferensi Persaudaraan Manusia”, “Seminar Internasional Islam dan Barat: Keragaman dan Integrasi”.
Selain itu, MHM juga meluncurkan beberapa inisiasi seperti Forum Pemuda Pelopor Perdamaian, dialog Timur dan Barat yang sudah berjalan sebanyak tujuh putaran, terakhir diselenggarakan pada Forum Dialog Bahrain yang baru lalu.
Pada peringatan Hari Toleransi Internasional kali ini, Majelis Hukama Muslimin mengajak semua umat Islam, individu maupun kelembagaan, lembaga internasional, dan masyarakat madani, untuk melakukan penguatan kerja sama antarsesama dalam kerangka menebarkan nilai-nilai toleransi pada masyarakat luas.
MHM mengajak semua pihak untuk menghentikan konflik dan perang, dan berpegang pada nilai perdamaian. MHM mengajak semua pihak untuk menjunjung tinggi sikap saling mengenal (ta’âruf), nilai persaudaraan dan koeksistensi, dan menguatkan sikap bijak, adil, dan kebajikan.